RSS

MENCEGAH PENYALAHGUNAAN NAPZA (NARKOBA)

14 May

 Oleh : Suratman

PENDAHULUAN

Napza (narkotika psikotropik dan zat adiktif) merupakan istilah yang sangat popular akhir-akhir ini . Hampir setiap hari pemberitaan di berbagai media cetak atau elektronik selalu memuat berita tentang penyalahgunaan napza. Bahaya penyalahgunaan napza adalah bahaya yang sangat nyata dan dekat sekali dengan kehidupan kita. Korban penyalahgunaan napza sudah banyak sekali dan masih terus berguguran satu persatu bahkan ada kecenderungan terus meningkat . Korbanya pun bervariasi dari mulai pelajar sekolah dasar,  pelajar SLP, pelajarSLA,  mahasiswa, pendidik, ibu rumah tangga, artis, slebritis, pengusaha, pejabat, aparat penegak hukum bahkan. Korban Napza saat ini sudah sangat luas mulai mulai strata sosial bawah sampai strata sosial atas, mulai dari WNI sampai WNA bahkan saat ini ditengarai Indonesiabukan hanya menjadi tempat transit perdagangan Napza internasional tetapi juga negara tujuan pemasaran sekaligus negara produsen napza. Penemuan pabrik pembuatan extasi terbesar di dunia di Tangerang dan di Cilegon ini adalah salah satu buktinya.

Secara umum dampak negatif penyalahgunaan napza menimbulkan kerawanan sosial di masyarakat, dalam jangka panjang dapat merusak generasi penerus (loss of generation). Ditinjau dari segi ekonomi pengunaan napza adalah hal yang sangat mubazir, biaya mengkonsumsi napza tergolong mahal. Sebagai contoh untuk mengkonsumsi satu butir extasi harus mengeluarkan uang antara Rp 50.000 sampai  Rp 100.000 padahal di Indonesia pemakaian napza dalam sehari diperkirakan mencapai 1 ton. Prof dadang Hawari menyebutkan biaya pemakaian Napza di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 130 Miliar sampai Rp 390 miliar setiap hari.

DAMPAK PENYALAHGUNAAN NAPZA

Penyalahgunaan Napza harus dihindari karena beberapa alasan sebagai berikut :

  1. Napza akan menurunkan  derajat kesehatan personil.

Mengkonsumsi napza secara nyata menurunkan derajat kesehatan diantaranya berat badan menurun, kurang nafsu makan, daya tahan tubuh menurun sehingga mudah terserang penyakit, badan sayu pucat tidak semangat, resiko keracunan/overdosis dan yang lebih mengerikan adalah reisiko tertular beberapa penyakit  HIV, hepatitis B dan  penyakit berbahaya lainnya.

  1. Prestasi kerja menjadi turun.
  2. Karier sebagai seseorang dapat terancam karena penyalahgunaan napza adalah tindakan melanggar hukum.
  3. Sebagai aparat negara, penyalahgunaan napza dapat menurunkan wibawa dan merusak citra
  4. Napza merupakan titik awal beberapa tindakan kriminal lainnya seperti perampokan, perkosaan, penganiyayaan dsb.
  5. Penyalahgunnaan napza adalah wabah penyakit sosial yang sangat mudah menular.
  6. Penyalahgunaan napza merusak keharmonisan rumah tangga
  7. Penyalahgunaan napza adalah suatu tindakan pemborosan segalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan akan sia-sia jika digunakan untuk mengkonsumsi napza
  8. Penyalahgunaan napza adalah tindakan pidana yang diancam hukuman berat (sampai hukuman mati atau seumur hidup).

SIFAT SIFAT NAPZA

Napza mempunyai sifat yang sangat spesifik yaitu :

  1. Keinginan yang tidak tertahankan, bila perlu dengan cara apapun asal keinginannya dapat terpenuhi. Ini adalah alasan utama kenapa narkoba merupakan penyebab dari segala tindak kejahatan seperti pencurian, perampokan, perkosaan, penganiyayaan dsb. Pendek kata untuk memenuhi maksudnya seorang pecandu rela melakukan apapun, tanpa kontrol diri apakah tindakannya merugikan orang lain.
  1. Kecenderungan untuk menambah takaran/dosis (adiksi), sesuai dengan sifat toleransi tubuh, sehingga sering terjadi keracunan akibat overdosis, yang berujung pada kematian.
  1. Ketergantungan secara psikhis (gelisah murung, rasa tidak enak, emosional sebelum keinginannya terpenuhi.
  1. Ketergantungan secara fisik, jika pemakaian dihentikan timbul gejala putus zat atau sakoi.

Sedangkan kelompok penyalahguna/ketergantungan napza terdiri dari :

  1. Ketergantungan Primer, akibat gangguan kejiwaan cemas dan depresi pada orang dengan kepribadian yang tidak stabil. Terhadap keadaan ini mereka mencoba mengatasi sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter sehingga terjerumus ke dalam penyalahgunaan napza
  1. Ketergantungan simptomatis, merupakan orang yang berkepribadian antisosial (psikopat), memakai napza karena kesenangan semata, hura-hura. Mempunyai kecenderungan menularkan kepada orang lain.
  1. ketergantungan reaktif, orang yang mempunyai sifat ingin tahu dan coba-coba sebagai akibat pengaruh lingkungan atau tekanan kelompok.

Pelaku penyalahgunaan napza juga dapat dikategorikan menurut perannya

dalam peredaran napza :

  1. Kelompok pemakai, orang yang mengkonsumsi napza untuk dirinya sendiri.
  1. Kelompok pemakai dan pengedar, orang yang mengkonsumsi napza sekaligus mengedarkannya.
  1. Pengedar, orang yang mengedarkan napza kepada para pemakai
  1. Bandar dan produsen, orang yang menjadi “agen” dalam peredaran napza, atau memprouduksi napza.

Beberapa istilah yang berhubungan dengan penyalahgunaan napza :

  1. Drug abuse, adalah penggunaan yang berlebihan yang terus menerus atau kadang-kadang dari suatu obat, yang tidak sesuai atau tidak ada hubungannya dengan cara pengobatan yang lazim
  2. Drug dependence (ketergantungan) menurut WHO (1964) suatu keadaan psikhis atau kadang-kadang juga fisik, yang disebabkan oleh interaksi antara makhluk hidup dengan suatu obat, yang ditandai dengan kelakuan-kelakuan yang oleh suatu hasrat yang kuat untuk terus menur atau periodic menggunakan suatu obat .
  3. Sakoi/gejala putus obat, gangguan psikhis dan fisik yang ditimbulkan akibat berhenti mengkonsumsi napza.

PROSES TERJADINYA PENYALAHGUNAAN NAPZA

Penyalah gunaan napza adalah satu kondisi yang dapat dikategorikan sebagai suatu gangguan jiwa, sehingga penderita tidak dapat berfungsi secara wajar dalam masyarakat dan menunjukkan perilaku yang maladaptive yang ditandai dengan menurunnya fungsi social, menurunkan kemampuan pengendalian diri, penghentian dapat menimbulkan gejala putus zat (sakoi). Mekanisme penyalahgunaan napza terjadi karena interaksi antara factor-faktor predisposisi (kepribadian, kecemasan, depresi) dengan factor kontirbusi (kondisi keluarga dan lingkungan) serta factor pencetus (pengaruh teman atau karena tekanan kelompok).

WHO telah menbuat pembagian tipe-tipe Drug dependence seperti dalam Tebel 2.

Beberapa napza yang banyak disalahgunakan adalah :

  1. Rokok/tembakau
  2. Alkohol
  3. Ganja/mariyuana
  4. Narkotika
  5. Amfetamin (ekstasi, shabu-shabu)
  6. Kokain
  7. Obat penenang/obat tidur (pil BK, mogadon, pil koplo  dsb.)

BAHAYA ROKOK DAN TEMBAKAU

Rokok dikelompokan kedalam Napza karena rokok adalah pintu pertama penyalahgunaan napza. Racun yang disebarkan dari rokok antara lain nikotin, gas CO dan senyawa tar. Rokok adalah racun menular yang menempati sebagai pembunuh nomor tiga didunia setelah jantung koroner dan kanker. Satu batang  rokok mengurangi umur 12 menit dan setiap harinya 10.000 orang didunia mati karena rokok, sedangkan Indonesia setiap tahun 57.000 orang mati karena rokok. Merokok ditempat umum merupakan tindakan egois sehingga dibeberapa negara hal tersebut dikenai sanksi yang berat karena racun rokok akan terhisap oleh orang lain (perokok pasif).

Meskipun pemasukan kas negara dari cukai rokok dan tembakau  tergolong cukup besar, namun kerugian yang ditimbulkannya juga besar. Karena alasan ini negra tetangga kita Singapura menerapkan larangan merokok ditempat-tempat umum, sedangkanMalaysiamelarang rokok menjadi sponsor dalam kegiatan kegiatan olahraga. Kampanye hari bebas tembakau sedunia tanggal 27 mei 1999 juga  kurang mendapat respon positif dari masyarakat.

Bagi seorang penerbang dan juga awak pesawat lainnya merokok

sebaikknya  dihindari untuk meningkatkan kesehatan terutama sekali kesehatan jantung dan paru paru. Khusus selama berada dalam melaksanakan tugas semua awak pesawat dilarang merokok, karena sangat beresiko terjadinya kebakaran.

ALKOHOL DAN MINUMAN KERAS

Alkohol dikonsumsi melalui berbagai jenis minuman keras seperti bir, vodka, wisky, wine, tuak  dan sejenisnya. Sudah lama diketahui bahwa alkohol mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap kejadian kecelakaan lalu  lintas serta beberapa tindak kriminalitas. Di Amerika Serikat  pada tahun 1987 kecelakaan lalu lintas akibat alcohol mencapai  1/3 (33%) dan mengalkibatkan kematian sebanyak 25.000 jiwa setiap tahunnya. Korban kematian akibat tindak kriminalitas dan bunuh diri yang dilakukakan dibawah pengaruh alcohol mencapai 20.000 jiwa pertahun. Dan masih ada 20.000 jiwa lagi meninggal berkaitan dengan komplikasi medik yaitu chirosis hepatis akibat mengkosumsi minuman keras. Di Indonesia meskipun belum ada angka yang pasti, namun dari laporan polisi diketahui bahwa banyak sekali tindakan kriminalitas seperti perampokan, penodongan, pencurian, pembunuhan perkosaan dan lain-lain yang dilakukan di bawah pengaruh minuman keras.  Gangguan fisiologis yang timbul akibat alcohol antara lain : bicara tidak jelas/cadel, gangguan koordinasi, jalan sempoyongan, mata jereng, muka merah. Gejala psikologis yang ditimbulkan diantaranya perubahan alam perasaan, mudah marah/tersinggung, banyak bicara/nglantur, sulit konsentrasi.

Keadaan ini tentunya sangat tidak sesuai bagi penerbang dan juga awak pesawat lainnya untuk menjalankan tugas. Oleh karena itu FAA tidak mengijinkan penerbang mengkosumsi alcohol dalam bentuk apapun.

GANJA

Ganja atau nama lainya mariyuana, kanabis, hasis, berasal dari tumbuhan “henep”  Canabis sativa  mengandung zat aktif  kanabinol dan tetrahidrokanabinol (THC).  Ganja termasuk jenis napza yang saat ini sangat benyak disalahgunakan, penggunaannya dengan cara dibakar asapnya dihisap seperti rokok. Gejala fisiologi yang ditimbulkan diantaranya : jantung berdebar-debar.  Gejala psikologi berupa euforia, rasa gembira tanpa sebab, halusinasi dan delusi (waham, yaitu keyakinan yang tidak rasional), perasaan waktu berlalu terlalu cepat, apatis. Gejala fisik berupa mata merah, nafsu makan bertambah, mulut kering, perilaku mal adaptif  seperti ketakutan, kecurigaan (paranoid,), gangguan menilai relitas, gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Dampak lainnya membangkitkan nafsu makan terutama makanan yang manis.

OPIAT (HEROIN, MORFIN)

Morfin berasal dari getah yang dikeringkan tumbuhan Papaver somniverum dan pertama kali diisolasi oleh apoteker dari Jerman Serturner  tahun 1803. Heroin adalah derivat dari morfin yang mempunyai efek beberap kali lebih kuat dari morfin. Gejala fisiologi yang timbul pupil mata mengecil, euforia atau kadang-kadang disfoiria, apatis, lemah/lesu, mengantuk, bicara cadel, daya ingat menurun, tingkah lakuk mal adaptif seperti : ketakutan, kecurigaan (paranoid), gangguan menilai realitas, gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Gejala putus obat (sakoi) berupa air mata dan cairan hidung berlebihan,  pupil mata melebar, keringat berlebihan, mual, muntah, diare, bulu kuduk/rambut berdiri, mengaup, tekanan darah naik, jantung berdebar, demam,  sulit tidur, nyeri otot, nyeri tulang, nyeri kepala, nyeri sendi, mudah marah/agresif.

AMFETAMIN ( SHABU-SHABU = EKSTASI)

Tablet ekstasi mengandung senyawa derivat amfetamin dalam bentuk tunggal atau campuran seperti 3,4-Methylenedioksimethamphetamin, 3,4-methylenedioksiamphetamin, amphetamine, ketamin dan LSD Acid, sering juga dikombinasi dengan zat-zat lain seperti efedrin dan cafein. Gejal psikologis berupa agitasi psikomotor (hiperaktif, tripping), rasa gembira, rasa harga diri meningkat lebih percaya diri,  banyak bicara, kewaspadaan meningkat, halusinasi penglihatan. Gejala fisik : jantung berdebar, pupil  mata melebar, tekanan darah naik, keringat berlebihan atau kedinginan, mual muntah. Tingkah laku mal adaptif , gangguan waham (dilusi) amfetamin : paranoid, kecurigaan yang berlebihan, agresif, kecemasan dan gelisah,  Gejala putus obat : alam perasaan depresif (murung, sedih,  ingin bunuh diri), rasa lelah, lesu, tidak bergairah, gangguan tidur, gangguan mimpi bertambah.

KOKAIN

Kokain adalah zat alkaloid yang dihasilkan dari tumbuhan seperti alang-alang Erythroxylon coca berasal dari Bolivia dan Peru. Kokain telah menyebabkan terjadinya “perang kokain” tahun 1985 antar kepolisian Amerika Serikat dengan Gembong-gembong kokain di Amerika Selatan. Tahun 1984 produksi kokain mencapai kurang lebih 135.000 ton daun kokain dengan nilai sekitar 8 dolar AS per kg. Gangguan psikologis yang ditimbulkannya : agitasi psikomotor, rasa gembira (elation), harga diri meningkat (percaya diri), banyak bicara, kewaspadaan meningkat, jantung berdebar-debar, pupil melebar, tekanan darah naik, keringat berlebihan, mual muntah, perilaku mal adaptif seperti perkelaian, gangguan daya realitas, gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan. Gejala putus obat (sakoi) berupa : depresif (sedih, murung, ingin bunuh diri), rasa lelah, lesu, tidak berdaya, gangguan mimpi,

OBAT TIDUR

Yang termasuk kelompok ini adalah semua obat-obatan yang mempunyai efek anti kecemasan (penenang) atau sedatif (obat tidur) misalnya dari golongan benzodiazepin seperti lorazepam dan nitrazepam, dari golongan barbiturat misalnya fenobarbital. Sebenarnya obat ini jika digunakan secara benar sangat bermanfaat untuk mengatasi kecemasan dan sulit tidur.  Namun dalam kenyataannya banyak disalah gunakan. Gejala fisiologi seperti : emosi labil, hilang hambatan impuls sexual dan agresif, mudah marah dan tersinggung, banyak bicara dan sering tidak nyambung. Gejala neurologik seperi bicara cadel, gangguan koordinasi, jalan sempoyongan, gangguan perhatian dan daya ingat.. Perilaku mal adaptif seperti : gangguan daya nilai realitas, halangan dalam fungsi sosial atau pekerjaan, tidak bertanggung jawab. Gejala putus zat : mual, muntah, kelelahan umum atau keletihan, hiperaktif otonomik (berdebar-debar, tekanan darah naik, berkeringat), kecemasan, afek depresif atau iritabel (rasa murung, sedih, mudah tersinggung dan marah), hipotensi ortostatik (tekanan darah rendah bila berdiri), tremor.

PENCEGAHAN

 

  1. Meningkatkan pendekatan diri kepada Tuhan. Menyadari bahwa Tuhan adalah maha pengasih dan penyayang,  menyadari bahwa setiap kesulitan itu pasti ada jalan keluarnya. Tuhan tidak pernah membiarkan hambanya yang bermohon kepada-Nya. Setiap kesulitan dan cobaan adalah ujian agar seorang hambanya naik kelas, menjadi manusia yang lebih mulia.
  2. Meningkatkan kedekatan dengan keluarga, dan bersikap lebih terbuka kepada mereka. Keluarga adalah orang yang dekat dengan kita dan paling sering berhubungan dengan kita. Cintailah keluarga, rasakan kebahagiaan bersama orang tercinta, bayangkan sakitnya mereka jika kita terjerumus dalam penyalahgunaan napza.
  3. Meningkatkan hubungan sosial, misalnya dengan aktif berolah raga, aktif dalam kegiatan sosial, aktif dalam kegiatan keagaamaan adalah hal yang sangat positif.

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

 

  1. Mengkonsumsi napza adalah suatu bentuk pengkianatan terhadap Tuhan, agama, masyarakat, bangsa dan negara sehingga harus dihindari
  2. Mengkonsumsi napza tidak ada manfaatnya sama sekali tetapi justru menimbulkan kerugian yang sangat besar terutama untuk diri sendiri, keluarga, orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.
  3. Mengedarkan dan mengkosumsi napza adalah tindakan pidana yang diancam hukuman berat, maskimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.
  4. Mengkonsumsi napza juga akan menurunkan kemampuan kerja dan profesionalisme, merusak karir dan masa depan  serta mencoreng nama baik.
  5. Rasa syukur dan pendekatan diri kepada Tuhan adalah cara ampuh menanggulangi bahaya napza. Cintailah keluarga, dan tingkatkan hubungan siosial kemasyarakat untuk memberikan makna yang lebih mulia terhadap hidup ini.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dadang Hawari, Prof. Dr.,  Terapi dan Rehabilitasi  (Pesantren ), Mutakhir (Sistem Trepadu), Pasien “NAZA” (Narkotika, Alkohol dan Zat Adiktif), UI Press, Jakareta, 2000.
  1. David J. Hanson, Phd., Prof., Alkohol abuse, Alkohol Problem and Solution site, Sociology Departement State University of New York, Postdam,  2001.
  1. Hindrayanto, dr., SpKJ., Psychoactive Substance Induced Organic Mental Disorder and Psychoactive use Disorder, Materi Kuliah Sekespra, 1998.
  1. National Institute of Health, Nicotine Craving and Heavy Smoking May Contribute to Increase use of Cocain and Heroin, NIH News Realease, Februari 20, 2000.
  1. Office Of National Drug Control Policy, Drug Use Trend, ONDCP Drug Policy Information Clearing House, October 2002.

 

  1. Robert Mathias, Heroin Snoters Risk Transition to Injection Drug Use and Infectious Disease, NIDA NOTES, Vol 14, Number 2, August 1999.
  1. Tan Hoan Tjay , Drs. dan Kirana Raharja, Drs., Drugs, dalam buku Obat-Obat Penting,Jakarta, 1991.


 
Leave a comment

Posted by on May 14, 2011 in FARMASI

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 86 other followers

%d bloggers like this: