RSS

The Power of “simplicity”

04 May

Di alam raya ini banyak sekali persoalan-persoalan yang  jika kita amati secara detail akan terlihat sangat rumit. Apabila diamati sebuah kerikil sebesar ibu jari, jika kita lihat dengan mikroskop akan tersusun oleh molekul-molekul dengan pola tertentu. Kemudian molekul-molekul akan berikatan satu dengan yang lainnya membentuk kristal. Molekul molekul itu sendiri juga terbangun dari beberapa atom yang juga berikatan satu dengan yang lainnya. Kemudian atom itu sendiri juga terbangun dari beberapa bagian ada inti atom dan ada electron yang selalu bergerak mengelilinginya. Electron yang bermuatan negatif  berputar mengelilingi  intinya dengan pola dan kecepatan tertentu. Inti atom sendiri terbangun proton (inti yang bermuatan positif) dan neutron yang bermuatan netral. Dan saya yakin ini tidak hanya berhenti sampai disini, mungkin perkembangan teknologi lebih lanjut akan  terungkap materi materi penyususn proton, neutron dan electron, insya Allah.  Pendeknya dari sebuah kerikil jika diteliti sampai mendetail bisa melahirkan 1000 orang doktor.

Namun untungya, walaupun kita tidak mengetahui detail sebuah kerikil kita namun masih dapat memanfaatkan kerikil tersebut, misalnya ketika kita dikejar anjing galak kita masih bisa memanfaatkannya untuk melempar. Seorang pemecah batu cukup mengetahui sedikit detail  batu agar hasil pecahan batunya mempunyai pola yang indah sehingga bisa dijual ke tukang taman. Demikianlah salah satu kemurahan Tuhan yang disebut “kesederhanaan”.

Inti dari perkembangan evolusi manusia adalah menyederhanakan masalah. Sebagai contoh pada jaman purba untuk membuat api dengan cara mengosok-gosokan batu dengan batu atau kayu dengan kayu bisa memakan waktu sampai beberapa jam. Namun sekarang cukup satu detik bisa menyalakan api dari sebuah korek api. Pada jaman awal penemuannya, sebuah radio berukuran sangat besar dengan tombol-tombol yang  sangt banyak, jaman sekarang radio sudah ada yang beerukuran hanya satu atau 2 cm saja. Komputer pada awal penemuannya juga sangat besar, lebih besar dari sebuah rumah, sekarang ukuran komputer sudah sebesar buku saku. Dan peralatan hasil penemuan terbaru ditandai dengan manfaatnya yang lebih besar namun pengoperasian yang lebih sederhana (coba anda bayangkan misalnya ada hp yang sangat lengkap fiturnya, internet sangat cepat, bisa buat GPS, bisa telpon stelit, bisa untuk nyetel musik dll namun harus memakai batre sebesar ukuran batre mobil sehingga kalau pergi kemanapun anda harus menggendong ransel yang brisi batre dari handphone tersebut, ya mirip seperti seorang serdadu akan berangkat perang, wah…saya yakin anda nggak akan mau beli handphone tsb).

Jadi marilah kita membiasakan diri untuk menyederhanakan masalah agar kita bisa meningkatkan askelerasi dalam mencapai tujuan, baik secara individu, kelompok, organisasi, maupun negara ini. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa detail tidak penting lho, ditail tetaplah sangat penting karena dari detail-detail inilah maka ada ide penyederhanaan. Namun tantangan  adalah bagaimana menyedrhanaan detail-detail yang sangat rumit  menjadi sesuatu yang mudah, seperti pak Thomas Alfa Edison yang menyederhanakan perlistrikan menjadi sebuah bola lampu sehingga bisa dinikmati banyak orang.

Para ahli farmasi berusaha menyederhanakn dari kerumitan sebuah molekul, kerumitan sifat fikika kimia zat, kerumitan sifat Farmakologi zat mengemasnya menjadi sebuah tablet bersalut gula rasa strawbery yang pada akhirnya laku dijual. Inilah “the power of symplicity”.

Secara individu semua orang pasti mempunyai goal pribadi (jika masih ada yang nggak punya goal pribadi…he..he…. hari gini nggak punya goal, apak kata dunia! Kuacian deh…). Marilah kita melihat tugas-tugas rutin kita, amati aktifitas kita sehari-hari jangan sampai karena saking sibuknya sampai menyebabkan kehilangan orientasi, sehingga nggak tahunya perjalanan malah makin menjauh dari tujuan hidup. Ibarat berlayar, rajin-rajinlah kita melihat kompas agar arah kapal kita menuju ke pantai goal. Walaupun kita boleh berbelok untuk menghindari badai atau karang, namun sesudah itu harus dikoreksi kembali sehingga tetap mengarah ke tujuan hidup kita. Cobalah melihat kemungkinan untuk menyederhanakan masalah-masalah disekitar kita sehingga kita bisa mempunyai lebih banyak waktu, mempunyai lebih banyak kesempatan serta bisa lebih menikmati indahnya hidup ini.

Karena untuk mengejar kesuksesan jalanya ada 2 :

1.       Menciptakan nilai tambah sebanyak mungkin

2.       Menggunakan faktor kali untuk menjual nilai tambah tersebut shingga bisa dinikmati oleh sebanyak mungkin orang

Okelah kalau begitu….Let’s start to simplify our life. Have a Nice day, success is my right.

 
Leave a comment

Posted by on May 4, 2011 in motivasi dan inspirasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: