RSS

PELAJARAN DARI BIJI KOPI

28 May

coffee-bean.jpg

Assalamu alaikum Wr. Wb.

Kopi adalah minuman yang sudah dikenal luas baik oleh masyarakat Indonesia maupun masayarakat dunia, baik  tua maupun muda, pria mupun wanita, dari kalangan masyarakat elit sampai masyarakat umum semua suka minuman kopi. Minuman ini begitu menggoda aromanya, begitu nikmat rasanya serta memberikan gairah dan semangat baru  untuk menemani semua aktifitas keseharian peminumnya. Ya benar benar anugrah yang luar biasa.

Orang yang sedang lelah dengan minum kopi menjadi segar, orang yang ngantuk dengan minum kopi seketika jadi hilang ngantuknya, ketika meeting sedang block salah satu caranya adalah dengan dibreak dahuulu alu minum kopi kemudian setelah “cling” baru dilanjutkan kembali.  Ketika sedang marah, agar tidak terjadi tindakan yang kontra produktif biasanya  disarankan untuk mengambil jeda sesaat, cuci muka agar lebih segar, tarik nafas panjang atau melakukan relaksasi  dan supaya fikiran lebih rilex bisa dibantu dengan  minum secangkir kopi.

Biji kopi disamping mendatangkan kenikmatan dan manfaat yang luar biasa tersebut, ternyata perjalanan hidup si biji kopi tersebut juga mengajarkan flosofi hidup yang patut diteladani. Inilah ayat-ayat Tuhan yang diselipkan didalam biji kopi,  agar manusia mempelajarinya dan tentunya mengamalknnya. Maha besar Allah.

Petualangan biji kopi dimulai sejak buah kopi dinyatakan cukup matang dan dipetik oleh petani, kemudian digiling sehingga terkelupaslah dari kulit luarnya, menjadi sebutir biji kopi. Ini adalah perlakuan awal yang sangat menyakitkan bagi sebutir biji kopi. Belum lagi hilang rasa sakitnya  biji kopi dijemur atau dikeringkan dengan oven sampai biji kopi menderita dehidrasi berat.  Bayangkan saja kandungan air yang  tadinya  20-25% dikeringkan dengan tidak “berperikekopian” menjadi kurang dari  2%, sungguh petualangan yang sangat berat. Rupanya penderitaan sang biji kopi tidak hanya sampai disini, biji kopi kemudian dipanggang didalam oven dengan suhu 200o C, sehingga kulit nya yang tadinya halus berwarna putih kehijauan mulai berubah menjadi semakin gelap dan lama lama bahkan menjadi coklat tua. Biji Kopi benar benar menderita, namun dalam penderitaannya yang berat ini sang biji kopi tetap bersabar bahkan malah mulai menebarkankan baunya yang harum, aroma yang nikmat sekali.  Butiran biji kopi yang  berwarna coklat tua ini melanjutkan petualangannya ke mesin giling, sehingga bentuknya yang bulat cantik ini seketika menjadi hancur lebur jadi debu, ya jadi butiran butiran kecil bubuk kopi. Apakah penderitaan kopi berhenti sampai disitu, ternyata tidak. Serbuk kopi dimasukan kedalam gelas lalu disiramkan air panas dan aduk dengan kencang untuk menghasilkan secangkir kopi. Dan inilah perjalanan terakhir sang biji kopi, sekaligus saat dimana kopi menunjukan kemuliaannya. Pada saat bubuk kopi diseduh dengan air panas ia mengeluarkan aroma yang sangat nikmat, bukan saja mendatangan kenikmatan bagi peminumnya namun juga menyegarkan bagi orang orang  disekitarnya dengan aromanya, ya bubuk kopi menunjukan kemuliannya kepada semua orang, seolah olah ia berkata “Inilah kehormatanku, inilah misiku, inilah perjuanganku, aku berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagimu. Aku tidak perduli seberapa berat perjuanganku, aku tidak perduli betapa sakitnya semua penderitaan yang aku alami, akupun tidak peduli betapa sulit rintangan yang kuhadapai. Yang aku peduli hanyalah missi yang diberikan kepadaku untuk  menghantarkan kemulian ini kepadamu. Aku berkomitmen menjalankan misi ini apapaun resikonya, walapaun badanku harus hancur lebur sekalipun bagiku tidak masalah, karena ini adalah harga dari sebuah integritas, yang karenanyalah maka aku mendapat kehormatan dan kepercayaan dari-Nya”.

Inilah ayat-ayat Tuhan yang diselipkan pada biji kopi, yang dapat menjadi bahan pelajaran bagi manusia. Sebutir biji kopi saja sangat luar biasa menjaga dalam integritasnya dihadapan Sang Pencipta, apalagi manusia makhluk pilihan yang oleh  Tuhan yang sudah dilantik secara resmi menjadi pemipin di muka bumi ini. Padahal ada banyak makhluk lain seperti malaikat, jin, tumbuhan, binatang, matahari, gunung serta makhluk lainnya. Tapi kenapa yang dipilih adalah Tuhan adalah manusia?

Tentunya bukan suatu kebetulan atau asal pilih, karena dalam diri manusialah Tuhan sudah menginstal software dan hardware untuk mengemban misinya yang sangat berat yaitu “memakmurkan bumi”, yang artinya bahwa manusia wajib menebarkan kebaikan kepada sesama manusia dan mahkluk lainnya di alam semesta ini. Dengan petunjuk dari Nya itu manusia bisa mencapai kemuliaan yang sangat tinggi bahkan melebihi para malaikat.  Namun jika tidak mejaga itegritasnya laksana biji kopi tadi maka derajat manusia akan “terjun bebas” bahkan lebih rendah dari makhluk yang paling rendah sekalipun.

Malulah pada biji kopi, insya Allah tidak jadi korupsi, malulah pada biji kopi maka tidak akan menipu, malulah pada biji kopi maka tidak akan mengeluh dan mudah menyerah, malulah pada biji kopi maka tidak akan berat untuk bersedekah. Malulah pada biji kopi maka tidak akan merusak hutan, malulah pada biji kopi …. maka masih banyak kebaikan lain yang akan terlahir.

Marilah, setiap kali akan meminum secangkir kopi, sambil kita rasakan keharumannya, cobalah kita tatap dalam dalam agar bisa kita pahami ayat-ayat-Nya.

Demikian, Selamat menikmati secangkir Kopi. Salam sukses!

 
Leave a comment

Posted by on May 28, 2011 in motivasi dan inspirasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: