RSS

KATA SIAPA UANG TIDAK BISA DIBAWA MATI?

11 Jun

Assalamu alaikum wr. Wb.

Teman teman sekalian, kita tentunya sering mendengar kata-kata seperti ini , “ buat apa kita mempunyai banyak uang toh kalau mati tidak bisa dibawa?” . Ada juga nasehat seperti ini “ buat apa kita mencari banyak uang, toh mati kita nggak bawa apa-apa” . Nasehat lain berbunyi seperti ini “ harta kan hanya titipan, tidak bisa dibawa mati”. Ada juga orang frustasi yang bicara seperti ini “ngapain kita susah payah cari uang toh kita mati nggak perlu bawa uang”. Yang celaka lagi berbunyi seperti ini “ orang yang punya banyak duit susah masuk surga, mendingan jadi orang miskin urusannya kalau sudah mati nggak ribet, nggak ditanya Tanya hartanya”. Ya… masih banyak nasehta serupa.
Nasehat ini sering kita dengarkan, sebenarnya tujuan dari pemberi nasehat tersebut “mungkin” baik, namun saya kurang sependapat dengan nasehat tersebut, karena nasehat yang semula bertujuan baik tersebut jika disalah tafsirkan mempunyai efek samping yang berbahaya sekali, yaitu melemahkan mental, melemahkan daya juang, menghancurkan motivasi dan menimbulkan sifat kemalasan. Lha kalau semua orang yang shaleh nggak mau kaya, sementara dilain pihak orang yang jahat berlomba lomba untuk bisa kaya, terus nantinya nasib orang shaleh apakah nggak semakin susah. Sudah berkutat dengan kesusahannya sendiri plus dibikin susah oleh orang jahat yang kaya, hayo…lengkaplah sudah penderitannya!. Lagi pula kalau nantinya orang pada takut kaya hayo…nanti siapa yang membayar zakat, siapa yang memberi infak, siapa yang memberi sedekah, bagaimana bisa pergi haji, siapa yang nyumbang bikin jalan, he…he…. Bingung kan?
Bayangkan saja kalau di dunia ini semua orang baik pada miskin semua, sementara orang kayanya terdiri dari para koruptor, Bandar narkoba, para Bandar judi, para penipu, para pembalak hutan, para pemerkosa hayo ngeri nggak? Makanya cari harta yang banyak itu hukumnya wajib.
Jadi nasehat yang mengatakan “carilah harta biar sedikit asal halal” sudah ketinggalan alias kuno, yang seharusnya berbunyi seperti ini “cari harta itu biar banyak nggak papa, yang penting halal”. Nasehat yang mengatakan seperti ini “ biar hidup miskin nggak apa apa, yang penting jadi orang yang baik” itu juga harus diubah seperti ini “biar hidup kaya raya nggak papa yang penting jadi orang baik”

Harta juga bisa dibawa mati lho !

Kata siapa harta tidak bisa dibawa mati? Hanya orang yang belum tahu ilmunya yang mengatakan demikian! Harta benda, rumah, mobil, uang semuanya bisa dibawa mati lho……asal kita memang benar benar ingin membawanya. Ya betul, harta bisa dibawa mati ke akhirat untuk dijadikan sebagai bekal disana. Jangan khawatir para orang kaya, semuanya bisa dibawa kok! Makanya jangan ragu ragu untuk jadi orang kaya! Yang penting adalah tahu cara membawanya. Seperti ibaratnya kita mau pergi ke Eropa, kalau kita bawa uang rupiah dalam celengan sebesar lemari sudah barang tentu baru akan naik pesawat saja sudah dilarang oleh crew pesawat atau petugas imigrasi. Atau kalau bisa lolospun mata uangnya nggak laku disana karena disana pakai Euro.
Cara membawa harta benda ke akhirat juga demikian, masing-masing ada caranya tersendiri. Kalau salah ya …. nggak sampe alias hilang ditengah jalan. Misalnya jika kita punya mobil kesayangan ingin dibawa keakhirat caranya gampang yaitu pinjamkan mobil tersebut untuk keperluan oprasional panti asuhan yatim piatu atau operasional masjid. Kalau kita punya sebidang tanah ingin dibawa mati , itung itung buat tambah tambah kapling disana biar dapetnya disana lebih besar, nggak type RSS kaya didunia sekarang (he…he…kayak rumahnya solucinum aja )  caranya bisa seperti ini wakafkan tanah tersebut untuk keperluan umum misalnya mendirikan sekolah, untuk buat rumah sakit, untuk membangun masjid, untuk mendirikan pusat pemberdayaan masyarakat miskin dll.
Kalau kita punya rumah besar sekali yang sangat kita sayangi, ingin dibawa mati karena saking cintanya dengan rumah itu ya boleh saja….kasih saja rumah tersebut untuk dijadikan taman kanak-kanak, teman bacaaan, pondok pesantren, rumah ibadah, kantor lembaga amil zakat atau keperluan lainnya. Pasti deh kesampaian bawa rumah sampai mati, malah mungkin sesampai disana sudah sekalian direnovasi sedemikian rupa sampai kita pangling dibuatnya.

Mati itu juga nggak gratis lho.

Mati juga nggak gratis lho! semua pakai uang! Semua perlu biaya untuk membeli perbekalan menuju ke akhirat. Sebagai analogi misa kita mau mudik ke kampung halaman saja perbekalannya macem-macam dan perlu persiapan matang, apalagi mau menuju alam akhirat akhirat yang perjalanannya sangat jauh ditambah lagi kondisi disana kita belum bisa memperkirakan tentu perbekalan yang diperlukan sangat banyak sekali, dan semuanya juga perlu uang lho.
Salah satu bekal tersebut misalnya ibadah, contohnya shalat adalah bekal wajib yang harus dibawa mati (kalau nggak shalat jangan coba-coba mati deh). Untuk bisa melaksanakan shalat tentunya diperlukan biaya untuk membeli sarung, perlu sajadah, perlu air bersih untuk berwuldu, perlu masjid untuk sembayang berjamaah, perlu sound system untuk mendengarkan khotbah, perlu bensin untuk menjemput khatib, perlu vacuum cleaner untuk membersihkan karpet dsb, nggak gratis khan!
Bekal yang lain bisa berbentuk : memuliakan orang tua, membayar zakat, pergi haji, infak, sedekah, menolong soudara yang kesusahan, membantu korban bencana alam, memperbaiki rumah panti asuhan yatim piatu, semuanya bisa dijadikan sebagai uang perjalanan dinas keakhirat.

Tapi ya itu tadi ….. untuk mendapatkan semuanya harus pakai biaya alias tidak gratis. Makanya jangan ragu-ragu untuk mencari harta yang sebanyak banyaknya. Biar banyak yang penting halal, dan karena kita sudah bersusah payah mencarinya ya harus kita bawa sampai mati, jangan dihambur-hamburkan yang nggak jelas juntrungannya.

Masuk surga juga bisa pakai uang pelicin lho!
Nah ini kabar baik lagi bagi orang-orang yang punya banyak duit. Lha ternyata masuk surga biar gampang juga bisa pakai pelicin lho, biar prosesnya jadi lebih dipermudah. Ya… benar malaikat disana mau menerima uang pelicin masuk sorga kok jangan khawatir, dan anehnya Tuhan tahu juga nggak marah lho. Tapi ya itu tadi, mata uang diakhirat beda dengan di Indonesia. Jadi kita mesti menukarkan mata uang dunia kita dengan mata uang yang laku diakhirat, kalau bawa gepokan rupaiah kesana sudah barang tentu nggak bakalan laku. Makanya uangnya mesti ditukerin dulu ke money changer.
Nah untuk money cahanger yang menyediakan mata uang akhirat tersebar dimana-mana misalnya : lembaga pengumpul zakat infak sedekah, masjid, panti asuhan, dompet duafa, tetangga yang kesusahan dll. Kadang kadang bahkan ada teller yang keliling dieskitar rumah kita lho yang namannya ; pengemis, peminta-minta, tetangga yang kena musibah dll. Ssst… tapi ada syarat mutlak yang harus dipenuhi agar transaksi kita tidak fail yaitu : uangnya harus bersih nggak boleh ada kotorannya (hasil korupsi, hasil nipu, hasil mengambil hak orang lain, hasil judi, hasil narkoba dll). Nah kalau syarat ini dilanggar….. yah transaksi fail, uang hilang nggak dapat apa-apa. Eh.. terus adalagi nih triknya biar ngasih uang pelicinnya gampang, pas ketemu malaikat jangan lupa uangnya dimasukkan amplop putih yang bernama ikhlas, biar uang nggak berceceran dan juga ngasihnya jadi lebih enakan gitu.
Terus mata uang yang laku untuk trnsaksi diakhirat juga banyak lho boleh pilih salah satu : memuliakan orang tua, zakat, infak, sedekah, amal jariah, membantu tetangga, membantu sodara yang kesusahan, nyumbang korban bencana dsb.

Nah kalau kita ngasih uang pelicinnya lumayan banyak bisa kok mempermudah proses untuk bisa masuk ke surga, ibaratnya seperti uang pelicin.

Yang perlu diingat adalah semua manusia, termasuk juga Nabi, sebenarnya tidak layak untuk masuk surga seberapapun banyaknya amal ibadah yang dilakukan. Manusia hanya bisa masuk surga semata-mata karena kemurahannya-Nya. Jadi karena rahmat-Nyalah maka sedekah kita, shalat kita, Ibadah kita, yang sebenarnya sangat sedikit jumlahnya akan menjadikan sebab Tuhan kasihan kepada kita karena memang kita hambanya yang lemah dan sangat memerlukan kasih sayang Nya, sehingga diturunkanlah nikmat-Nya berupa surga untuk manusia.

Wassalam.

 
Leave a comment

Posted by on June 11, 2011 in motivasi dan inspirasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: