RSS

Orang Yang Terlalu Sibuk Kemungkinan Adalah Orang Yang Malas

19 Jun

Kata malas dalam pengertian umum ditafsirkan sebagai enggan melakukan sesuatu atau setidak tidaknya menunda-nunda pekerjaan tanpa alasan yang dibenarkan. Sehingga kata malas ini sering dianalogikan seseorang yang hanya duduk-duduk atau luntang-lantung tanpa melakukan sesuatu pekerjaan yang bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya atau untuk orang lain. Orang semacam ini biasanya akan menjadi beban keluarganya atau masyarakat.

Kebalikan dari kata malas adalah rajin. Orang yang rajin dianalogikan sebagai orang yang selalu bekerja keras, senang melakukan sesuatu yang bermanfaat baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya dan orang lain. Orang yang dianggap rajin misalnya seorang karyawan yang bekerja keras pergi pagi pulang petang mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Atau seorang pedagang yang mulai jam 3 pagi sudah menggelar dagangannya dan baru pulang siang hari, sementara jam 8 malam harus sudah kulakan lagi untuk berjualan jam 3 pagi. Pendek kata rajin itu identik dengan bekerja keras.

Sialnya…untuk para penulis, para seniman yang kadang sering untuk mencari inspirasi ia harus pergi menyepi misalnya di kolam pemancingan  atau nongkrong di coffee shop. Kadang kadang para direktur juga untuk mendapatkan ide cemerlang sering harus menyepi di Villa pribadinya atau pergi ke pulau terpencil kadang kadang sampai berhari-hari. Kelihatannya sih dia tidak melakukan sesuatu, tapi sebenarnya dia sedang melakukan hal yang besar. Nah apakah apakah dia termasuk orang malas? Entahlah!

Tapi ada lho jenis kemalasan yang sangat tertutup dengan rapat. Saking rapatnya menyembunyikan kemalasan ini sehingga baik atasannya, istrinya, tetangganya, keluarganya semua tidak mengetahui bahwa seseorang menderita kemalasan. Orang lain bahkan menilai sebagai karyawan yang rajin, keluarganya mengenalnya sebagai ayah yang bertanggung jawab kepada keluarganya, tetangganya mengenalnya sebagai si pekerja keras. Pokoknya di mata umum dia terlihat sebagai pribadi yang sempurna. Sehingga yang tahu kemalsan itu hanya dia sendiri dan Tuhan.

Nah Bagaimana cara menyembunyikan kemalasan kok sampai tidak bisa terlihat oleh siapapun. Cara yang paling aman untuk menyembunyikan kemalasan adalah dengan cara bekerja keras, membenamkan diri dalam kesibukan dan rutinitas yang sangat padat. Semakin dia terlihat sibuk akan semakin rapat kemalasan itu tersembunyikan.

Kita lihat misalnya seorang karyawan yang sebenarnya dalam dirinya punya keinginan dan cita cita untuk menjadi lebih baik, ingin karirnya meningkat. Untuk itu dia seharusnya belajar sesuatu yang bisa mendukung cita-citanya tersebut. Misalnya dia seharusnya mengambil kuliah agar tingkat pendidikannya memungkinkan dia dipromosikan ke jenjang yang lebih tinggi. Atau dia mengambil kursus tertentu yang dapat mendukung peningkatan karirnya.

Seorang pengusaha yang sebenarnya ingin mengembangkan bisnisnya, saat dia ini sudah punya sebuah toko yang sudah cukup maju. Tinggal dibuat sistemnya agar bisa berjalan sendiri, maka dia bisa mulai merintis cabang baru. Namun karena kemalasannya dia malah asyik dengan kesibukan rutinnya, melakukan pekerjaan pekerjaan yang sebenarnya bisa didelegasikan kepada orang lain. Dia sengaja membenamkan diri dalam kesibukan dan rutinitasnya agar terlihat sebagai orang rajin, padahal hatinya tahu bahwa dia sebenarnya bukan rajin tetapi pemalas yang sedang berusaha lari dari keinginan hatinya. Karena dia sebenarnya tahu apa yang seharusnya dia lakukan tetapi berusaha menghindar, atau menundanya.

Termasuk dalam kategori kemalasan ini adalah orang yang membenamkan diri dalam kesibukan dan rutinitas sehingga melupakan kesehatannya sendiri. Dia sadar bahwa harus selalu menjaga kesehatannya misalnya dengan cara berolah raga. Namun dia malas berolah raga sehingga dicarilah kesibukan-kesibukan lain yang tampaknya baik, hanya sekedar untuk melindungi sifat malasnya. Sifat jelek ini tidak pernah terlihat oleh orang lain, namun hatinya pasti menyadari bahwa dia telah membohongi dirinya sendiri.

Berhati-hatilah dengan kesibukan. Kesibukan yang terus menerus membuat kita akan kehilngan orientasi masa depan terjebak dalam kubangan rutinitas sehingga kita menjadi kelelahan bahkan kehabisan energi untuk berpikir tentang cita-cita dan masa depan. Kalau boleh diibaratkan naik sepeda, kondisi ini mirip naik sepeda di tanah lapang menyusuri parit yang terbentuk dari ban mobil yang lewat ditanah basah sebelumnya, memang jalannya relatif lebih halus namun sekali masuk parit ini akan sulit untuk bisa keluar, salah salah kita bisa terjatuh.

Ketahuilah bahwa hidup ini banyak aspek yang harus kita beri perhatian, sehingga kita harus bisa menjaga keseimbangan hidup. Pekerjaan di kantor harus diselesaikan dengan baik, keluarga juga harus diberi perhatian yang cukup, demikian pula cita cita serta dream kiat juga harus tetap dikejar. Kita memang hidup dimasa kini, tetapi juga harus memastikan bahwa arah kehidupan kita tetap menuju kearah dream kita. Maka kita perlu melakukan jeda, merefleksikan diri dan mengukur progress pencapain goal kita. Jika melenceng harus segera dikoreksi.

Langkah yang bijaksana adalah kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas. Setiap cita-cita memang perlu kerja keras, namun juga haru dibarengi dengan kerja cerdas agar lebih mudah pencapaiannya. Untuk bisa bekerja  keras tidaklah sulit, hanya butuh semangat, namun untuk bekerja keras harus banyak belajar, banyak menganalisa dan banyak melakukan introspeksi. Ini semua sangat sulit dilakukan jika anda masih terjebak dalam rutinitas dan kesibukan yang terus menerus. Sebaliknya anda perlu mengambil jeda.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: