RSS

HIDUP SEPERTI MENGAYUH SEPEDA

18 Jul

Boss Daus

Asalamu alaikum wr.wb.

Hidup ini boleh diibartkan dengan mengayuh sepeda, dimana satu satunya pilihan bagi seorang pengayuh sepeda adalah terus mengayuh maju. Tidak ada kata berhenti apalgi mundur, karena jika pengayuh sepeda berhenti sebentar saja maka  dengan  segera ia akan kehilangan keseimbangan.

Kondisi seperti itulah yang terjadi dalam kehidupan ini. Setiap hari baik sebagai pribadi maupun korporasi selalu dihadapkan kepada perubahan-perubahan.  Dan kita tidak punya pilihan lain kecuali menghadapi perubahan tersebut.

Perubahan ini sendiri adalah sebuah mekanisme seleksi alam,  yang sudah mulai  berlangsung sejak zaman purbakala atau bahkan sejak awal penciptaan alam semesta ini dan akan terus berlangsung selamanya. Ya… perubahan itu bersifat abadi.  Salah satu alasan kenapa kita sekarang tidak bertemu dengan dinosaurus adalah karena mereka tidak siap menghadapi perubahan tersebut. Sementara manusia, makhluk yang badannya jauh lebih kecil bahkan bisa bertahan sampai sekarang, ini juga karena manusia makhluk yang paling pintar menghadapi dalam perubahan  tersebut. Zaman modern ini  dicirikan dengan tingkat laju perubahan yang sangat pesat. Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan kemampuan berpikir manusia punya andil yang cukup besar untuk meningkatkan akselerasi perubahan ini, begitu cepatnya perubahan tersebut sehingga kadangan kadang sulit untuk membayangkan apa yang akan terjadi diwaktu yang akan datang.  Kuncinya, siapapun harus secepatnya beradaptasi dan menyesuaikan dengan perubahan tersebut, semakin dia cepat melakukan perubahan akan semakin unggul, atau bahkan kalau bisa kita  menjadi  bagian dari  sumber perubahan itu sendiri.

Setiap kita dituntut untuk berpikiran terbuka seluas luasnya dan jangan sekali kali bersifat apriori terhadap setiap perubahan yang datang. Jika kita jadi orang yang bersikap cuek terhadap perubahan dan masih asyik dengan cara lama, percayalah segera kita akan tertinggal, dan tergilas oleh perubahan zaman. Tantangan masa depan berbeda dengan tantangan masa lalu, masalah masa depan tidak bisa dipecahkan dengan cara masa lalu, tantangan masa depan tidak bisa dihadapi dengan pola pikir serta strategi masa lalu. Kuncinya adalah selalu bersikap positif, bersikap dan berfikir terbuka terhadap setiap perubahan dan terus belajar. Jangan sampai terkubur oleh zona nyaman.

Salah satu tindakan nyata adalah sikap untuk terus belajar segala sesuatu, jangan pernah berhenti.  Barang kali dalam tulisan yang lalu tentang budget pribadi saya sudah berikan istilah “investasi leher keatas”. Baiklah sekali lagi saya ingatkan tentang budget pribadi tersebut, jika kita menerima uang dari penghasilan kita maka alokasi uang tersebut adalah sbb : Minimal 10% untuk amal ibadah, 10% tabungan aman masa depan, 10% tabungan cadangan emergency (jika sudah mencapai setara dengan 6-12 penghasilan kita alihkan ke tabungan aman masa depan), investasi leher  ke atas 10%, bersenang senang maksimal 10%, untuk kebutuhan rutin maksimum 50%.

Dengan sikap dan pikiran terbuka, sikap positif yang didukung oleh semangat untuk terus meningkatkan kemampuan kita insya Allah kita kan termasuk orang orang yang sukses menghadapi perubahan  dan siap untuk terus melaju. Benar kata pepatah hari esok harus lebih baik dari hari ini. Jika hari esok lebih jelek dari hari kemarin adalah kehancuran. Jika hari esok sama dengan sekarang adalah kejatuhan (seperti pengayuh sepeda yang kehilangan keseimbangan). Jika hari esok lebih baik itulah syarat kita agar tetap eksis (bukan narsis lho……he..he…)

Terima kasih semoga bermanfaat, salam sukses. Wassalam.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: