RSS

The Power of Forgiveness

14 Sep

Solucinum's Big Family

Salah satu tradisi yang sangat baik selama hari raya Idul Fitri adalah saling maaf memaafkan, anak dan orang tua saling bermaaf maafan, suami dan istri saling bermaaf maafan, sesama sahabat saling bermaaf mafan, kepada tetangga juga saling memaafkan.

Jika ditelusuri lebih lanjut, tindakan saling maaf memaafkan yang dilakukan secara tulus, yang tentunya bukan hanya diucapkan dibibir saja,  tidaklah mudah untuk dilakukan karena memerlukan sikap ikhlas dan jiwa besar. Namun tindakan maaf memaafkan adalah sikap mental yang sangat baik dan sangat bermanfaat serta mengandung banyak sekali kebaikan  baik untuk yang memaafkan maupun yang dimaafkan.

Pertama tama yang harus disadari agar sesorang mudah memberikan maaf adalah bahwa tindakan memafkan kesalahan orang lain adalah suatu sikap yang sangat membantu untuk membersihkan pikiran dan jiwanya dari sampah sampah  emosi. Sebagai hasilnya kita bisa membuang rasa dendam, sakit hati, iri, dengki sehingga beban pikiran menjadi ringan, suasana hati menjadi lebih baik, mendorong semangat dan motivasi untuk bisa berbuat yang lebih baik yang pada akhirnya kehidupan kita akan menjadi lebih baik.

Membawa rasa dendam, benci dan sakit hati, apalagi jika dilakukan dalam waktu yang cukup lama adalah hal yang sangat menyesakkan dada, kita bisa tidak bisa tidur, kita tidak enak makan, bekerja jadi tidak bisa berkonsentrasi, pendek kata hidup menjadi terasa lebih berat. Sungguh tidak adil orang lain yang  berbuat salah yang tentunya merugikan kita, ditambah lagi harus menanggung beban sampah emosi  yang berkepanjangan.

Menyimpan rasa dendam atau sakit hati itu bisa diibaratkan seperti kita berjalan dengan punggung yang dibebani sekarung sampah emosi, kemanapun pergi karung tersebut selalu memepel dipunggung kita dan terbawa kemanapun kita pergi, pastilah hal seperti ini akan sangat melelahkan.  Jika demikian sangatlah perlu untuk merelease beban dari punggung kita dengan cara memaafkan orang orang yang telah menyakiti kita.

Ingatlah memaafkan itu bukan untuk kepentingan orang lain, tetapi lebih untuk kebaikan kita sendiri agar bisa melepas beban sampah sampah emosi dan sampah sampah pikiran dari diri kita, sehingga hidup terasa lebih ringan, lebih bahagia dan bisa lebih fokus kepada tujuan hidup kita. Memaafkan tidak perlu menunggu orang lain meminta maaf kepada kita, pokoknya begitu sudah ada rasa kesal dalam pikiran kita segeralah dilepaskan dengan cara memaafkan, tidak usah dihiraukan apakah orang yang menyakiti meminta maaf atau tidak.

Janganlah juga memaafkan bersyarat misalnya “ya saya sebetulnya bisa memaafkan dia, tapi dia juga harus tahu diri donk”. Kata kata tersebut kelihatannya umum tapi akan menjadi hambatan pikiran bawah sadar kita untuk merelease sampah emosi. Kepada diri sendiri kita harus bisa memaafkan orang lain tanpa syarat apapun.

Namun hal ini tidak menggugurkan kewajiban dari orang yang bersalah untuk meminta maaf, ataupun mengganti kerugian sebagai akibat dari kesalahan yang diperbuat. Misalnya kita dirugikan secara material, yah kita tetap melakukan action untuk mengambil kembali hak hak kita, namun didalam  pikiran kita berkata “ya sudah saya memaafkan dia, saya tidak ada dendam dengan dia, tidak perlu marah marah kepadanya, tidak perlu membencinya, toh masih banyak partner bisnis lain, yang lebih jujur, dan lebih prospektif, orang yang nakal seperti itu mah dibuang aja “

Sedangkan bagi yang meminta maaf juga memerlukan sikap satria untuk mengakui kesalahanya serta dengan penuh ketulusan untuk meminta maaf, walaupun mungkin dia lebih tua, lebih tinggi jabatannya atau mungkin seorang yang dipandang terhormat di masyarakat.

Syarat meminta maaf agar bisa berhasil antara lain  pertama harus spesifik apa salah kita dan berani meminta maaf atas kesalahan tersebut, kedua Harus ada rasa penyesalan terhadap kesalahan yang sudah dilakukan, serta berupaya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di waktu yang akan datang ketiga Harus dilakukan secara bersungguh sungguh, bukan hanya basa basi. Jika akibat dari kesalahan tersebut menimbulkan kerugian maka kita harus memberikan ganti rugi.

Orang yang meminta maaf dengan penuh kesungguhan akan terbebas dari perasaan bersalah dan rasa penyesalan yang jika tidak direlease juga bisa menjadi sampah emosi yang akan mengganggu pikiran dan jiwa kita. Maka jika bersalah segera meminta maaf dengan penuh kesungguhan.

Bagi yang meminta maaf juga jangan pasang target “harus dimaafkan”, yang penting kita sudah meminta maaf dengan sungguh sungguh, kita ungkapkan penyesalan kita, kita tidak mengulangi kesalahan tersebut, dan kita memberikan ganti rugi untuk menebus kesalahan tersbut, itu sudah cukup. Tidak perlu terlalu dipikirkan apakah akan dimaafkan atau tidak. Hidup ini harus terus berjalan, jangan memikirkan hal hal yang tidak perlu, jalani hidup ini dengan penuh gairah dan kebahagiaan.

Salam Bahagia.

 
Leave a comment

Posted by on September 14, 2011 in motivasi dan inspirasi, Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: