RSS

Renungan Qurban

06 Nov

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.Suara takbir menghiasi langit menyambut kedatangan hari Raya Idul Adha yang sangat kita nantikan, yang didalamnya sarat akan keteladanan dan kemuliaan.

Riwayat Qurban dimulai sejak jaman nabi Ibrahim As, dimana Allah mewahyukan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya Ismail yang waktu itu masih berumur 12 tahun sebagai ujian atas ketakwaan kepada Allah SWT. Baik Nabi Ibrahim maupun nabi Ismail telah berhasil melewati ujian tersebut dengan baik dan sebagai bukti kecintaan Allah kepada hambanya maka Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor kambing gibas. Disitulah perintah kurban dimulai.

Banyak sekali pelajaran keteladanan yang diambil dari kejadian ini. Salah satunya adalah adanya kesadaran bersama untuk taat kepada perintah Allah. Nabi Ibrahim As begitu mendapat wahyu dari Allah segera mendiskusikan dengan putranya, ini pertanda sebagai seorang ayah yang sangat cinta kepada putranya sekaligus sangat bertaqwa kepada Allah. Tidak semena mena mentang mentang ini perintah Allah langsung dikerjakan tanpa dibicarakan terlebih dahulu.

Selanjutnya Nabi ismail sebagai seorang anak juga telah menunjukkan ketakwaan yang luar biasa kepadaAllah sekaligus hormat dan cinta kepada Ayahnya, yaitu nabi Ibrahim. Nabi Ismail tidak ingin ada sedikitpun keraguan di hati Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah walaupun dirinya yang harus dijadikan qurban. Dan ketika mereka berdua sudah sama sama berserah diri kepada Allah dalam ketaqwaan, Allah kemudian memuliakannya, tiadalah sekali kali Allah akan meyakiti hambanya apalagi sekaliber Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim yang ketakwaannya sudah tidak diragukan barang sedikitpun. Dan bahkan mengabadikan kejadian tersebut sebagai ibadah qurban yang diikuti oleh umatnya sampai akhir zaman.

Inilah kecintaan Allah, jangan pernah ada keraguan sedikitpun akan kasih sayang Allah, kadang kala Allah memberikan ujian kepada kita yang mungkin terasa berat seperti halnya dirasakan juga oleh nabi Ibrahim dan nabi ismail, namun ketakwaan yang teguh selalu akan menghantar kita kepada kebahagiaan yang lebih besar.

Demikian pula dalam berkurban, mungkin kita punya kebutuhan lain yang harus kita penuhi dari sekedar membeli hewan kurban, namun keteguhan kita akan menghadirkan kebahagiaan yang lebih besar, bahkan bukan hanya kita sendiri yang merasakan, namun dirasakan oleh orang orang ikut menikmati daging kurban yang mungkin bagi mereka makan daging adalah hal yang mewah yang mungkin belum tentu bisa dinikmati seminggu sekali, sebulan sekali atau bahkan setahun sekali.

Selain bermakna sabagai ketaqwaan seorang pribadi kepada Khaliknya, ibadah kurban juga mempunyai diemensi sosial, sabagai bentuk kesalehan sosial. Kepedulian sosial adalah suatu bentuk semangat kebersamaan, semangat gotong royong dan semangat untuk bertolong tolongan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagai cara untuk mencapai kesejahteraan umat yang berkeadilan sosial.

Selamat hari sara Idul Adha, semoga Allah selalu memuliakan kita semua. Wassalam. Solucinum.

 
Leave a comment

Posted by on November 6, 2011 in motivasi dan inspirasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: