RSS

ASPEK KESELAMATAN KERJA DI INDUSTRI FARMASI

10 Nov

Pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Badan POM dan kalangan industry farmasi sangat memeprhatikan akan kualitas dan keamanan  produk farmasi sebagai bentuk tanggung jawab untuk melindungi kepentingan konsumen.  Pemberlakuaan peraturan tentang CPOB adalah sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah akan pentingnya mutu dan keamanan produk farmasi, yang dengan penuh antusias disambut oleh di kalangan industri farmasi. Respon yang bagus ini bukan saja karena merupakan suatu kewajiban yang memang harus dipenuhi, namun terlebih dari pada itu kemampuan industri farmasi  dalam memenuhi semua peraturan CPOB merupakan keunggulan tersendiri yang bisa ditonjolkan sebagai selling point  baik kepada konsumen maupun pemegang saham.

Disisi lain aspek keselamatan kerja personel yang bekerja di lingkungan industry farmasi juga tidak kalah penting didalam pelaksanaan operasional perusahaan. Tidak dipungkiri bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas produk serta tingkat efisiensi perusahaan. Kondisi lingkungan kerja yang baik adalah sumber motivasi bagi personel sehingga bisa bekerja dengan lebih baik di satu sisi, di sisi lain dengan kondisi keselamatan kerja dan kesehatan kerja juga yang baik perusahaan dapat terhindar dari kehilangan jam  kerja yang produktif serta membangun citra baik perusahaan.

POTENSI BAHAYA

Seperti halnya sector industry yang lain, kegiatan operasi industri farmasi juga mengandung potensi bahaya yang apabila tidak dilakukan upaya pencegahan dapat menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan kerja ataupun penyakit akibat hubungan kerja (PAHK). Proses kegiatan manufacturing yang meliputi kegiatan riset, penyimpanan bahan awal, kegiatan produksi, kegiatan laboratorium pengawasan mutu, sampai penanganan terhadap produk jadi semua mengandung potensi bahaya.

Potensi bahaya ini bahkan sangat luas mulai dari bahaya mekanis misalnya selama matrial handling di gudang, bahaya kimia misalnya selama aktifitas produksi, bahaya kebakaran atau ledakan misalnya pemakaian bahan pelarut organik dalam proses produksi, bahaya  pencemaran lingkungan misalnya dari limbah produksi atau limbah laboratorium. Bahaya terhadap mikroba misalnya di fasilitas labooratorium mikrobilogi, bahaya kebisingan misalnya di fasilitas utility dan masih banyak lagi potensi bahaya yang harus diwaspadai.

Berdasarkan resiko yang ditimbulkan jika sampai terjadi kecelakaan juga bervariasi mulai dari yang paling ringan misalnya lecet atau terkilir, yang biasanya cukup ditangani hanya dengan obat P3K, ada resiko minor misalnya luka ringan yang perlu diobati oleh tenaga medis namun masih tetap bisa bekerja, resiko moderat misalnya luka yang cukup serius sehingga personel harus mendapat penanganan medis sehingga tidak bisa bekerja untuk beberap hari, ada yang resiko major misalnya sampai kehilangan anggota badan bahkan ada yang fatal/catastrophic misalnya sampai menimbulkan korban jiwa atau mengancam kelangsungan hidup perusahaan.

Secara garis besar potensi bahaya dapat dikelompokkan kedalam bahaya mekanis, bahaya elektris, bahaya kimiawi, bahaya radiasi, bahaya biologis, bahaya ergonomis  serta bahaya kebakaran atau ledakan.

Semoga bermanfaat, Salam Dahsyat!

 
Leave a comment

Posted by on November 10, 2011 in SAFETY

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: