RSS

POTENSI BAHAYA KERJA DI INDUSTRI FARMASI

10 Nov

Secara garis besar potensi bahaya dikelompokan kedalam bahaya mekanis, bahaya elektris, bahaya kimawi, bahaya radiasi, bahaya biologis, bahaya ergonomis  serta bahaya kebakaran atau ledakan.  Bahaya mekanis di lingkungan industry farmasi antaa lain:

  1. Bahaya kejatuhan benda asing, misalnya ditemukan di lingkungan pergudangan. Kegiatan material handling digudang adalah contoh Aktifitas yang beresiko terhadap bahaya mekanis, untuk itu personel gudang harus sudah memahami dan secara konsisten melaksanakan  safety prosedur material handling. Peralatan yang digunakan misalnya lifter, helm pelindung, rak dll harus dipastikan memenuhi standar keselamatan. Personel yang bekerja sudah terlatih dan menggunakan APD yang memadai. Operator lifter harus sudah menjalankan pelatihan dan bersertifikat dari Departemen atau badan terkait.
  2. Bahaya terkena bagian mesin yang bergerak.  Di bagian produksi atau bagian teknik ada mesin mesin yang dengan bagian bergerak secara mekanis, misalnya vanbelt, roda gigi, piston, punch & Dies, tuas dll. Gerakan ini dapat menimbulkan resiko terhadap keselamatan operator misalnya terjepit, terpotong, tersrempet dll. Untuk itu perlu diperhatikan bahwa semua bagian mesin yang bergerak tersebut harus ditutup agar tidak membahayakan operator, bila memungkinkan dipasang alat pengaman yang bisa mematikan mesin secara otomatis bila cover dibuka. Perlu juga diberikan papan peringatan agar operator sadar akan potensi bahaya bagian mesin yang bergerak.
  3. Bahaya terkena uap atau cairan panas. Beberapa mesin yang yang digunakan di lingkungan produksi menggunakan pasokan steam untuk mengoperasikannya. Penyimpanan Purified Water dan Water for Injection juga menggunakan sirkulasi dalam loop system yang dipanaskan pada suhu 70 – 90° C. Kesalahan prosedur yang dilakukan oleh operator atau kebocoran pada valve dapat menimbulkan resiko terkena cairan panas. Penempatan safety valve yang terlalu dekat dengan work station dapat melukai operator yang bekerja. Pipa utility yang tidak diberi insulasi dan penandaan yang memadai juga berpotensi menimbulkan luka yang serius. Harus diberi peringatan yang jelas peralatan peralatan yang menimbulkan bahaya panas misalnya hot plate diberi tulisan “AWAS PANAS”
  4. Bahaya bekerja diruang tertutup. Harus ada prosedur ketat jika ada tangki yang cara pembersihannya personel harus masuk kedalam. Pastikan bahwa bahan didalam tangki tidak ada bahan yang bersifat toksis, dan personel bekerja dilengkapi dengan peralatan yang memadai serta melaksanakan semua safety prosedur dengan benar, untuk memastikan hal itu personel tersebut tidak boleh bekerja seorang diri, harus didampingi oleh petugas lain serta dipastikan prosedur LOTO (loct out tag out) sudah dilaksanakan dengan benar. Namun tetap harus diusahakan agar cara pembersihan seperti ini dihindari, digantikan dengan system yang lebih aman misalnya metode CIP dan SIP yang selain hasilnya lebih baik juga lebih aman.
  5. Kondisi udara dengan kelembaban terlalu rendah. Harus diatur agar personel yang bekerja di ruang produksi dengan kelembaban udara yang sangat rendah agar secara periodik keluar dari ruangan dan minum air yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi.
  6. Bahaya kebisingan. Suara mesin yang tingkat kebisingannya lebih dari 85 db peronel yang bekerja harus menggunakan pelindung telinga.

Bahaya ergonomis misalnya  gerakan yang salah. Harus diberi pengertian kepada operator tentang dasar dasar ergonomis. Misalnya untuk mengangkat beban yang terlalu berat sebaiknya menggunakan lifter. Mengangkat beban berat diatas 25 kg  dengan punggung membungkuk dapat beresiko menimbulkan cedera pada punggung. Operator yang duduk terus menerus dengan posisi meja keja terlalu rendah dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang punggung (jadi bungkuk) dll.

Bahaya listrik yang ditimbulkan dalam industri farmasi dibagi menjadi 2 bahaya berasal dari sumber listrik  dan bahaya elektro statik. Bahaya yang berasal dari sumber listrik umumnya disebabkan oleh :

  1. Instalasi yang tidak memenuhi standar. Pemakaian kabel yang kualitasnya  tidak sesuai standar, pemakian kabel yang tidak sesuai beban, tenaga instalatir yang tidak kompeten, system penyambungan yang tidak baik, sistem grounding yang tidak sempurna  ini semua sangat beresiko menimbulkan bahaya listrik.
  2. Kabel yang terkelupas. Terkelupasnya kabel dapat disebabkan karena factor usia, atau karena gerakan mekanis misalnya terjepit atau terlipat, atau bisa juga karena digigit oleh binatang pengerat. Untuk dibagian produksi harus dibiasakan bagi operator dalam melakukan prosedur pembersihan mesin harus sekaligus melakukan pengecekkan mesin, jika melihat kabel yang lecet atau sambungan yang kendor segra dilaporkan untuk dilakukan perbaikan. Demikian juga petugas teknik harus secara periodik melakukan pengontrolan terhadap instalasi listrik mulai dari gardu induk, panel, jalur distribusi sampai ke mesin.
  3. Kebocoran pipa steam atau utility yang merusak kabel atau panel listrik sehingga beresiko terhadap bahaya hubungan pendek atau bahaya terkena sengatan listrik.
  4. Bahaya Electro statis. Electro statis adalah bahaya listrik yang jarang sekali disadari sehingga terkesan kurang diperhatikan, padahal tingkat bahaya yang ditimbulkan sangat besar bahkan bisa fatal. Untuk tangki penyimpanan yang berukuran besar harus dilengkapi dengan system grounding yang baik, karena proses pengeluaran isi tangki dapat menimbulkan tegangan listrik statis. Demikian juga filter bag yang tidak bagus pada mesin fluid bed drayer dapat berpotensi menimbulkan ledakan akibat elektrostatis.

Potensi bahaya radiasi  antara lain :

  1. Sistem pencahayaan yang kurang atau yang terlalu terang
  2. Bahaya sinar ultra violet pada pass box atau clean room
  3. Radiasi sinar leser. Beberapa industry farmasi ada yang memanfaatkan technology laser misalnya untuk system coding pada bahan kemas. Teknik coding dengan laser memang lebih hemat namun karena tidak memerlukan tinta ataupun solvent, namun sangat beresiko terjadinya bahaya kebakaran serta bahaya radiasi.
  4. Radiasi pada proses pengelasan. Personel yang mengelas wajib menggunakan kacamata pelindung.
  5. Radiasi sinar IR. Beberapa mesin dilengkapi dengan system sensor yang menggunakan sinar infra merah, harus dipastikan bahwa intensitas yang digunakan masih dalam batas aman
  6. Radiasi sinar X. Beberapa industry farmasi memiliki alat pendeteksi logam atau memonitor isi kemasan dengan peralatan yang menggunakan sinar X. Harus dipastikan bahwa intensitas yang digunakan masih dalam batas aman.

Bahaya akibat berinteraksi dengan bahan kimia di industri farmasi antara lain :

  1. Bahaya terkena bahan iritasi atau korosif.

Misalnya di laboratorium QC atau R&D  atau personel produksi, sering menggunakan asam kuat seperti HCL, H2SO4, HNO3 dsb yang jika terpercik bisa menimbulkan luka iritasi atau korosif. Untuk itu perlu langkah pengamanan yang meliputi training operator agar mengetahuai cara bekerja yang aman serta APD yang memadai mulai dari pakaian, sarung tangan, serta kaca mata khusus. Serta dilengkapi shower pembasuh mata untuk mengantisipasi jika ada percikan yang mengenai mata.

  1. Bahaya zat zat oksidator kuat

Bahan bahan oksidator kuat sangat berbahaya, karena selain bahan ini bersifat korosif juga bisa berpotensi menimbulan ledakan atau kebakaran. Asam kuat seperti peroksida pekat jika menetes di meja kayu palet atau tissue bisa menumbulkan terjadinya kebakaran. Penempatan bahan bahan ini harus dipastikan aman dan tidak terjadi kebocoran. Semua personel yang terlibat harus diberitahukan cara bekerja yang aman dengan bahan ini.

  1. Bahaya terpapar bahan berbahaya. Personel produksi atau QC dapat beresiko terpapar bahan bahan yang berbahaya. Bahan bahan yang digunakan dalam industry farmasi jika terpapar  bisa menimbulkan gangguan mulai dari yang paling ringan misalnya alergi dan gatal gatal, sampai bahan yang paling berbahaya misalnya bersifat karsinogenik. Untuk itu ketersediaan  MSDS (material saftey data sheet) dari bahan bahan yang digunakan dalam industry farmasi baik bahan baku, reagen, bahan penolong, pelarut maupun desinfektan wajib hukumnya, karena ini akan menjadi dasar dalam menyusunan prosedur kerja serta tindakan penanganan jika terjadi kondisi darurat.
  2. Bahaya menghirup atau menelan bahan berbahaya.  Selama melakukan kegiatannya baik personel produksi maupun laboratorium mempunyai resiko menelan atau menghirup bahan berbahaya. System di produksi harus dikembangkan agar meminimalkan terjadinya debu misalnya dengan cara menerapkan produksi closed system, tata udara juga harus dirancang agar jika dihasilkan debu bisa segera dihilangkan misalnya dilengkapi dust collector pada area berdebu atau system udara laminar sehingga debu yang dihasilkan tidak mengarah ke operator.

Masker kain bukanlah alat proteksi yang sempurna terhadap resiko menghisap bahan kimia, masker kain hanya melindungi produk terhadap percikan ludah pada saat operator bernafas atau berbicara. Jika  diperlukan APD yang memadai harus digunakan respirator yang dilengkapi dengan filter udara  sesuai dengan kelas bahayanya.

Industri farmasi yang mengembangkan produk produk bioteknologi sangat berpotensi menimbulkan bahaya kontaminasi baik terhadap keselamatan pekerja maupun terhadap lingkungan. Proses pembuatan vaksin, proses pembuatan serum serta proses biosintesis menggunakan bioteknologi yang apabila terjadi kegagalan system dapat menjadi sumber kontaminan biologis. Standar yang tinggi untuk kelayakan proses baik yang menyangkut fasilitas dan peralatan, prosedur maupun personel yang bekerja harus diterapkan dengan baik dan selalu dilakukan evaluasi sebagai upaya untuk meminimalkan resiko.

Fasilitas laboratorium yang melakukan pengujian mikrobiologi juga harus menerapkan prosedur yang ketat untuk menjamin keamanan pekerja dan lingkungan. Misalnya bahan bahan sisa pengujian sebelum dimusnahkan harus dilakukan prosedur dekontaminasi terlebih dahulu sebelum dikirim ke pengolahan limbah. Penyimpanan bibit strain bakteri untuk keperluan pengujian harus pada tempat yang aman, serta secara periodik harus dilakukan sanitasi/fumigasi.

Semoga bermanfaat, salam dahsyat!

suratman_great@yahoo.com

 
Leave a comment

Posted by on November 10, 2011 in SAFETY

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: