RSS

8 DEADLY WASTE IN PHARMACEUTICAL INDUSTRY

23 Mar

SolucinumProduktifitas di sektor manufacturing saat ini menjadi kunci yang sangat penting dalam menentukan kemampuan daya saing produk di pasaran, tidak terkecuali juga untuk produk farmasi. Dengan semakin banyaknya pemain di pasar, persaingan menjadi sangat sengit, selain kemampuan dalam mengatur strategi pemasaran yang handal, sistem distribusi yang cepat dan efisien, faktor harga juga sangat menentukan kemenangan dalam persaingan.

Proses manufacturing menjadi sangat penting dalam menciptakan produk dengan harga yang relatif lebih rendah namun dapat memberikan kualitas yang tetap terjaga sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. Apalagi produk farmasi mempunyai persyaratan persyaratan ketat  yang dikeluarkan oleh pemerintah yang wajib untuk diikuti, karena menyangkut keselamatan jiwa pasien yang mengkonsumsi produk farmasi tersebut.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu diciptakan proses manufacturing yang efisien, sehingga biaya produksi bisa ditekan seminimal mungkin. Selama kegiatan manufacturing perlu dihindari terjadinya pemborosan sumber daya yang dapat menambah biaya produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan harga jual produk.

Ada delapan macam pemborosan yang perlu dihindari dalam kegiatan produksi di Industri farmasi untuk meningkatkan daya saing produk di pasaran. Delapan pemborosan tersebut adalah sbb :

  1. Produksi yang berlebihan (overproduction), yaitu memproduksi dalam jumlah yang berlebih, melebihi kebutuhan pasar. Dampak dari over produksi adalah biaya tenaga kerja berlebih, biaya penyimpanan, stock yang terlalu tinggi serta resiko barang rusak, hilang atau bahkan kadaluarsa.
  2. Waktu menunggu. Proses yang terpotong potong, proses yang tidak mengalir, atau kegiatan menunggu pemeriksaan QC (meskipun perlu) yang terlalu lama, setting mesin yang terlalu lama adalah aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah. Kegiatan menunggu juga dapat diakibatkan perencanaan yang kurang baik, misalnya pembatalan order secara tiba tiba dapat mengakibatkan penumpukan stock.
  3. Transportasi yang tidak perlu. Pergerakan material yang sebenarnya tidak perlu misalnya pemindahan barang dari satu tahapan proses  ke tahapan proses berikutnya yang sebenarnya bisa dihilangkan dengan proses system on line atau dengan system conveyor.  Hal ini berhubungan dengan lay out pabrik yang kurang bagus, sehingga dapat menimbulkan flow of people dan flow of material yang kurang efisien. Kondisi ini selain kurang efisien juga berpotensi menimbulkan kesalahan, mixed up atau cross contamination.
  4. Memproses secara berlebihan atau sebaliknya proses yang salah. Kegiatan analisa yang berlebihan dengan jumlah sample yang terlalu banyak dapat menurunkan yield, disamping itu juga akan memperpanjang waktu proses. Sebaliknya proses yang salah juga beresiko menghasilkan produk yang cacat atau bahkan gagal sama sekali.
  5. Persediaan barang yang berlebih. Persediaan yang berlebih meskipun untuk produk unggulan tetap beresiko mengganggu cash flow, untuk itu harus ditemukan formula yang tetap untuk menentukan jumlah stok yang aman dari segi permintaan pasar namun tetap efisien dari sisi keuangan
  6. Gerakan yang tidak perlu. Hal ini kelihatannya sepele namun sangat berpengaruh dalam menentukan besarnya output mesin. operator  yang harus bergerak mengambil peralatan beberapa kali bolak balik, dialanjutkan dengan mengambil bahan baku, kemudian baru menjalankan mesin. Kalau waktu yang digunakan untuk bolak balik dapat dihilangkan tentu outputnya akan lebih besar.
  7. Produk cacat. Banyaknya produk yang cacat akan menurunkan yield, di samping itu jika sampai lolos ke pelanggan akan menurunkan kepercayaan pelanggan.
  8. Kreatifitas karyawan yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Ini adalah permasalahan kronis di perusahaan farmasi umumnya perusahaan bersekala kecil bahkan sampai menengah. Untuk perusahaan farmasi besar umunya sudah ada budaya continous improvement, serta kegiatan kegiatan lain untuk menggali potensi karyawan demi kemajuan perusahaan. Disini setiap ide, dan improvement sangat dihargai oleh managemen dan dimanfaatkan untuk kemajuan perusahaan.  Sedangkan perusahaan farmasi kecil atau menengah biasanya beranggapan bahwa solusi selalu berasal dari luar, sehingga yang sibuk diakukan adalah membajak karyawan perusahaan lain atau buru buru cari konsultan yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

 
Leave a comment

Posted by on March 23, 2012 in PRODUKTIFITAS

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: