RSS

BAGAIMANA MIMILIH SEKOLAH YANG BAIK

13 Jun

Tahun pelajaran baru akan segera dimulai, setelah kemarin disibukan dan bahkan mungkin sampai tegang mempersiapkan ujian nasional sebagai syarat  kelulusan, maka saat ini yang tidak kalah sibuknya adalah mencari sekolah lanjutan yang paling baik.

SUCCESS IS MY RIGHT

Beruntunglah anak anak yang hidup dijaman ini, karena jaman sekarang   begitu banyaknya pilihan sekolah lanjutan yang ditawarkan. Dari mulai sekolahan negeri sampai sekolahan swasta, dari yang biayanya gratis sampai yang puluhan juta rupiah, dari sekolahan bernuansa keagamaan sampai yang bernuansa kewirausahaan, dari yang bertaraf local sampai bertaraf internasional, semua sudah tersedia  dan tinggal dipilih mana yang paling cocok dengan keinginan  kita.

Namun disisi lain dengan banyaknya pilihan sekolah lanjutan malah membuat para orang tua bingung untuk memilih mana yang terbaik untuk buah hatinya. Benarkah semakin mahal biaya masuknya semakin bagus kualitasnya. Untuk itu berikut ini beberapa prinsip memilih sekolah yang biak untuk buah hati anda.

PEMBENTUAN KARAKTER

Harus disadari bahwa tujuan pendidikan bukan hanya mendidik siswa agar menguasai bidang mata pelajaran tertentu, namun terlebih dari pada itu bahwa pendidikan memiliki tujuan mulia untuk membentuk pribadi yang luhur sehingga bisa mempersemabahkan karya terbaiknya untuk Tuhan, untuk orang tua dan keluarga, untuk bangsa, untuk sesama dan untuk alam semesta.

Harus semua menyadari bahwa seseungguhnya penguasaan terhadap bidang keilmuan tertentu misalnya matematika, kedokteran, sain dan technology, ilmu perbankan atau ilmu ilmu yang lain bukanlah tujuan akhir dari pendidikan, melainkah hanyalah alat untuk mencapai pribadi yang luhur.

Karena hanya orang dengan kepribadian luhurlah yang mampu mengangkat derajat bangsa ini, menuju bangsa yang besar, bangsa yang sejahtera, bangsa yang menginspirasi bangsa bangsa lain karena keluhurannya,  serta menjadi bangsa diridloi oleh Tuhan YME.

Untuk menjadi pribadi yang luhur perlu dilakukan dengan cara membangun karakter yang luhur, hal bisa dimulai dari usia dini. Pelajaran etika, tata karma, budi pekerti serta menjaga integritas  menjadi hal yang sangat penting untuk diterapkan sejak usai dini, bahkan sebelum lahir, karena  hal tersebut menjadi dasar pembentukan karakter yang luhur.

Seorang yang ahli ilmu keuangan namun tidak menjaga integritas diri akan sangat berbahaya karena bisa memanipulasi laporan keuangan, pejabat yang tidak menjaga integirtas akan cenderung untuk melakukan korupsi, anak yang tidak diajarkan tata karma kalaupun sukses akan kurang menghargai orang tua. Permasalahan yang dihadapi oleh para pemimpin negeri ini sekarang lebih banyak disebabkan oleh kurangnya mereka menjaga integritas diri, kurang etika dan tata krama bernegara, kurangnya menjaga budi pekerti yang baik.

Konsep pembentukan karakter yang dilakukan disekolah yang paling efektif harus dlakukan  dengan praktek plus keteladanan. Misalnya untuk melatih kejujuran di sebuah sekolah, dilakukan dengan cara menyediakan kantin makanan ringan dimana orang mengambil makanan sendiri, baya sendiri, mengambil uang kembalian sendiri. Untuk mendidik agar bertanggung jawab dapat dilakukan dengan cara memberikan tugas piket membersihkan ruang kelas secara terjadwal. Untuk melatih kedisiplinan misalnya dengan menerapan sholat dzuhur wajib dilakukan secara berjamaah. Kemudian agar para siswa tidak merokok maka seluruh guru dan pegawai disekolah dilarang merokok. Untuk melatih agar anak disiplin dan hormat pada guru, maka setiap pagi guru harus datang lebih pagi dan berdiri didepan pintu gerbang menyambut dan memberi salam kepada muridnya. Serta masih banyak lagi cara cara yang dapat digunakan pendidik dalam rangka pembangunan karakter.

Ciri sekolah yang menekankan pada pembentukan karakter :

1. Menunjukan keteladanan yang baik dari seluruh  para pengajar dan staf

2. Melatih/membiasakan prinsip prinsip kejujuran, disiplin.

3. Melatih rasa percaya diri, mengembangkan jiwa kepemimpinan dan keberanian serta rasa tanggung jawab

4. Menjujung tinggi etika, tata krama, sopan santun, norma norma agama dan kesusilaan sebagai ciri positif bangsa Indonesia

5. Berwawasan luas dengan mendorong anak untuk terus belajar dan mengembangkan diri dalam segala aspek kehidupan

KONSEP MULTIPLE INTELLIGENCES

Tuhan menciptakan setiap manusia adalah juara, ya dari mulai terjadi pembuahan dirahim ibu, kompetisi itu sudah dimulai, dan hanya ada satu sperma juara yang berhasil membuahi sel telur, kompetisi itu  satu berbanding ribuan bahkan jutaan. Dan pada setiap diri sang juara ini sudah  diberikan keunikan tersendiri, yang sangat berbeda untuk setiap orang.

Pendidikan jangan dibuat seperti penjual buah, yang mengelompokan ini buah manis, ini buah asam, ini buah besar, ini buah sortiran. Ini siswa cerdas, ini siswa bodoh, ini siswa yang pinter matematika ini pinter yang bodoh matematika, ini siswa IQnya tinggi ini yang EQnya endah dsb. Adalah benar bahwa namanya pendidikan harus ada pengukuran hasil didikannyaa, namun harus diingat bahwa pengukuran tidak ditujukan untuk mengkotak kotakan siswa apaagi untuk memfonis. Karena jika demikian halnya  akan menimbulkan frustasi dan demotivasi bagi para siswa.

Pendidikan yang baik adalah yang berfokus kepada pengembangan terhadap potensi terbaik yang dimiliki oleh anak didik, bukan berfokus pada kekurangannya. Pada konsep multiple intelegences, diketahui bahwa ada banyak aspek kecerdasan pada diri anak, mungkin saja pada salah satu aspeknya kurang tapi mungkin di aspek yang lain pasti ada yang menonjol yang bisa dikembangkan. Misalnya si A mungkin kecerdasan matematisnya rendah, tapi dia pandai sekali bermain bola (kinestetis), maka kita harus berfokus mengembangkan kecerdasan kinestetisnya, siapa tahu dia calon Tim Nasional kita atau bahkan menjadi pemain internasional.

Sekolah yang baik harus bisa mengakomodir untuk pengembangan potensi terbaik yang ada dalam diri anak didik, serta menajadi sumber motivasi dan pembimbing  bagi anak agar terus belajar dan jangan mudah menyerah serta berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik dalam bidangnya. Fokus dari sekolah adalah mencari dan mengembangkan potensi terbaik dari anak agar bisa mencapai prestasi yang terbaik, memfasilitasi anak agar bisa menjadi dirinya sendiri, menjadi tempat anak untuk mengekpresikan sisi terbaiknya.

Fokus pada potensi terbaik anak didik jauh lebih produktif dibandingkan focus pada kekurangan kekurangan anak, pengelompokan anak seperti yang dilakukan seorang penjual buah sudah tidak sesuai untuk dilakukan saat ini. Contohnya banyak anak yang nilai matematikanya hanya 1 atau 2 tetapi sukses luar biasa menjadi seorang olah ragawan atau musisi.

LIHAT KEBUTUHAN ANAK BUKAN KEINGINAN ORANG TUA

Saat ini banyak sekolah atau lembaga pendidikan yang hanya berorientasi kepada pemenuhan keinginan orang tua ketimbang kebutuhan anak itu sendiri, hal sangat tidak sesuai dengan perkembangan psikhologis anak dan terkesan dipaksakan. Misalnya anak usia TK harus sudah bisa membaca dan menulis, tentu hal ini akan membebani anak, karena masa tersebut seharusnya adalah masa untuk bermain, melatih kemampuan motoric, berlatih bicara, belajar berani tampil dihadapan teman dan guru, berlatih makan dsb yang sifatnya kemampuan yang sifatnya mendasar.

Kebutuhan anak harus disesuaikan dengan perkembangan psikhologis dan fisologis anak seiring dengan usianya, jangan pula membebani anak dengan pelajaran pelajaran yang sifatnya hanya menaikan gengsi sekolah atau orang tua. Dari pagi sampai sore anak dijejali dengan aneka macam pelajaran, ditambah kursus segala macam sampai sampai tidak ada waktu sama sekali untuk bermain bersama teman temannya, hal ini tentu sangat meleahkan. Kebahagiaan anak dirampas hanya karena mempertahankan gengsi sekolah atau orang tua, ini tentu akan berdampak pada perkembangan anak dimasa yang akan datang.

Ingat bahwa bermain adalah kebutuhan penting bagi seorang anak, sama pentingnya dengan sekolah, karena dalam bermain terdapat beberapa manfaat penting yang tidak bisa didapatkan dari pelajaran sekolah. Dari bermain anak belajar cara bergaul, belajar tentang sportifitas, melatih motoric, belajar mengenal alam, belajar cara memecahkan masalah dll.

KESIMBANGAN OTAK KANAN DAN OTAK KIRI

Pendidikan yang baik harus mampu melatih kemampuan otak kanan dan otak kiri. Otak kanan banyak digunakan untuk melatih kreativitas, daya cipta, imajinasi dan intuisi, saat ini sedikit mendapat sentuhan dari dunia pendidikan kita saat ini. Padahal kemajuan kemajuan teknologi sekarang tercipta karena inovasi, dan kunci dari inovasi adalah kreatifitas. Para CEO dalam mengambil keputusan sering kali harus berpikir secara out of the box, menggunakan daya kreatifitasnya untuk mencari keputusan yang terbaik. Para pengusaha sukses sebagian besar juga menggunakan otak anan untuk menciptakan inovasi baru dalam bisnisnya.

Otak kiri cenderung berfikir logis, systematis dan analitis harus dikombinasikan dengan kemampuan otak kanan yang bersifat kreatif, dan intuitif. Biasanya orang yang mengoptimalkan otak kanannya disamping otak kiri akan dapat mencapai kesuksesan dengan lebih cepat dan penuh kejutan.

Pendidikan sekarang yang lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri, sudah selayaknya dikoreksi, harus diseimbangkan antara pendidikan otak kiri dan otak kanan.  Kreatifitas adalah kunci dari inovasi, dan inovasi adalah kunci kemenangan dalam inovasi, jadi jika bangsa kita ingin maju harus diseimbangakan pendidikan otak kiri dan otak kanan.

Kegiatan olah raga dan seni, selain bisa bermanfaat untuk mengurangi ketegangan karena banyaknya pelajaran juga dimanfaatkan untuk menggali potensi anak didik, melatih, serta mendorongnya agar bisa mencapai prestasi yang tinggi sehingga bisa menjadi kebanggaan tersendiri baik bagi anak didik itu sendiri maupun orang tua dan sekolah.

Kegiatan olah raga juga menjadi ajang untuk mengembangkan kecerdasan kinestetis mengingat sekarang dengan semakin banyaknya fasilitas dalam kehidupan sehari hari sehingga umumnya orang menjadi kurang gerak akibatnya menjadi kurang baik bagi kesehatan. Sekolah yang baik harus memfasilitasi kegiatan olah raga dan seni secara memadai, menyenangkan dan mendorong untuk beprestasi bagi yang memang berpotensi.

Kegiatan seni juga tidak kalah pentingnya, seni akan melatih jiwa seseorang menjadi lembut, melatih kepekaan sosial dan rasa empatik. Didalam sejarah banyak kita jumpai bahwa para pemimpin atau bahkan para ilmuwan umumnya mereka juga mempunyai jiwa seni yang tinggi, misalnya Michael Anggelo, Presiden Soekarno, Gus Dur dll.

Demikian semoga bermanfaat. Salam Dahysat!

Muhammad Iqbal Firdaus

Muhammad Iqbal Firdaus (President Junior High School, Cikarang)

Success Is My Right

 
Leave a comment

Posted by on June 13, 2012 in PENDIDIKAN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: