RSS

Memanfaatkan Teknik “Leverage” dalam beribadah

29 Jul

Assalamu alaikum wr wb.

Teman teman semua terutama yang banyak berkecimpung di dunia bisnis pastilah sudah mengenal istilah leverage dalam melipat gandakan omset penjualan atau keuntungan. Ya leverage adalah identik dengan factor kali, gambaran sederhananya seperti ini misalnya anda menjual sebuah produk misalnya sabun mandi di sebuah toko, di toko tersebut setiap hari laku 1 buah sabun. Agar anda bisa menjual sabun dalam jumlah banyak maka anda harus menjual sabun di banyak toko, misalnya anda jual di sebuah jaringan ritel yang mempunyai 1000 outlet maka dalam sehari anda bisa menjual 1000 buah sabun. Sehingga factor kali atau leverage  adalah salah satu strategi yang sangat efektif dalam melipatgandakan omset penjualan. Namun aplikasi teknik leverage ini tidak hanya terbatas dalam dunia marketing, namun dapat diaplikasikan di bidang lain salah satunya adalah ibadah.

ImageSebagaimana diketahui bahwa maksud Tuhan menciptakan manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada-Nya serta menjadi wakil-Nya untuk memakmurkan bumi. Ibadah adalah salah satu bentuk penghambaan diri kepada Sang Pencipta, serta bentuk kepatuhan akan segala perintah serta larangannya. Ibadah harus dilakukan ikhlas sepenuh hati tidak boleh ada unsur keterpaksaan atau pamrih dari manusia misalnya karena ingin mendapat pujian dari manusia. Tuhan sebenarnya tidak butuh kepatuhan hambanya, apakah hambanya mau patuh semua atau mau ingkar semua tidak ada ruginya bagi Tuhan. Justru manusialah yang butuh ibadah, karena manusai diturunkan ke bumi ini memang sebagai untuk menjalani ujian, diberikan tugas untuk beribadah kepadanya serta mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini guna untuk memakmurkan bumi. Barang siapa yang lulus ujian maka Tuhan akan memberikan rahmatnya berupa surga, barang siapa yang gagal maka akan mendapat kerugian.

Manusia adalah satu satunya makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia karena mendapat kehormatan sebagai khalifah di muka bumi sehingga kepadanya diberikan anugrah berupa akal fikiran disamping  hidayah keimanan. Anugrah ini tidak diberikan kepada mahkluk yang lain, sehingga kita mestinya bersyukur mendapat kehormatan ini. Dengan kemampuan akal fikiran maka manusia bisa mempunyai kreatifitas sehingga peradaban manusia berubah secara drastis dari, mulai jaman batu, jaman logam, jaman pra sejarah, jaman peradaban babilonia, jaman peradaban China kuno, jaman Romawi, jaman abad pertengahan, jaman renaissance, jaman revolusi industry, sampai dengan era globalisasi seperti sekarang. Bayangkan jika yang jadi khalifah adalah malaikat, mungkin dunia tidak semaju sekarang. Selain itu manusia juga diberikan hidayah berupa keimanan, agar segala apa yang dilakukan di dunia ini hanya dilakukan semata mata untuk menjalankan perintah-Nya, sehingga menjaga jangan sampai melakukan hal hal yang menyebabkan kerusakan atau kehancuran yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Manusia siapapun dia, sebenarnya tidak akan mampu membayar biaya masuk surga seberapapun besarnya ketaatannya kepada Tuhan, seberapapun rajinnya dia beribadah, termasuk juga para nabi dan para orang suci. Namun Tuhan berjanji akan menurunkan rahmat-Nya kepada setiap hambanya yang taat menjalankan misinya, dan hanya dengan rahmat-Nya lah maka manusia layak masuk surga. Tuhan adalah maha pengasih dan penyayang sehingga sekecil apapun kebaikan yang dilakukan hambanya akan dicatat dengan baik dan diberikan reward pahala. Tetapi juga Tuhan maha adil, sekecil apapun keburukan yang dilakukan akan dicatat dengan baik dan diberikan punishment yang seimbang.

Sesuai dengan sifatnya yang maha pemurah maka Tuhan memberikan kesempatan sebesar besarnya kepada hambanya untuk mendulang rahmat-Nya, bahkan saking pemurahnya maka dalam kondisi tertentu Tuhan memberikan bonus pahala yang luar biasa yang tidak pernah ada dalam transaksi bisnis yang dilakukan oleh manusia. Salah satu bentuk kemurahan Tuhan adalah memberikan teknik “leverage” kepada hambanya untuk melipatgandakan perolehan rahmat-Nya. Sehingga dengan strategi ini dimungkinkan hanya dengan effort yang biasa saja tetapi dapat memperoleh  rahmat-Nya yang berkali lipat.

Sehingga dalam beribadah sangat dianjurkan agar dilakukan secara smart, ibadah yang smart adalah ibadah yang banyak jumlahnya, kualitasnya baik serta memanfaatkan factor laverage sehingga hasilnya lebih fantastic. Banyak sekali teknik leverage yang ada dalam ibadah diantaranya adalah dengan memanfaatkan waktu waktu mustajabah, tempat tempat mustajabah, investasi akhirat, shalat berjamaah dll. Berikut adalah contoh contoh pemanfaatan teknik leverage dalam beribadah :

  1. Shalat yang dilakukan secara berjama’ah mempunyai keutamaan 27 kali lipat dibandingkan dengan jika dilakukan shalat sendiri. Artinya jika sehari saja anda shalat berjamaah 5 waktu total 17 rekaat, maka anda mendapat bonus point seolah olah anda shalat 459 rokaat. Luar biasa bukan, benar-benar teknik jitu! Walaupun terpaksa nggak sempat ke masjid, bahkan di kantorpun bisa dilakukan, caranya kalau mau sholat tungguin teman lakukan secara berjamaah walaupun hanya berdua, hasilnya tetep dikalikan 27 point.
  2. Membaca surat al Ikhlas tiga kali mendapat pahala membaca sama dengan membaca seluruh kitab suci Al Qur an. Kelihatannya tidak masuk akal kan, nggak usah dipikiran memang logika kita nggak akan nyampe. Yang jelas Tuhan Maha Tahu kalau ada diantara hambanya yang sebenarnya pengen tadarus Al Qur an, tapi apa daya karena jam 5 pagi harus sudah jalan ke kantor sementara pulangnya sudah malam. Ya sudah diberikan fasilitas ini deh supaya bisa mendapat pahala sepetri baca Al Qur an sambil naik angkot atau mengendarai motor/mobil.
  3. Memberi makan orang yang berpuasa akan mendapat pahala sama dengan yang diberi makan tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang diberi makan. Saking maha pemurah-Nya, maka Tuhan membolehkan kita untuk “ngakalin” agar dapat pahala sebanyak-banyaknya. Seperti sahabat saya yang cerdas suka membelikan sebungkus kurma lantas ditaruh di pos satpam yang banyak orang lalu lalang, setiap orang yang lewat “nyimit” satu atau dua butir kurma sampai setengah kilo kurma itu habis. Kalau ada 30 orang saja yang nyimit maka dia dapat bonus point 30 hari puasa ditambah puasanya dia 1 point maka total hari itu dia mendapat 31 point. Bahkan temen di sekolah saya ada yang lebih keterlaluan lagi, hanya dengan bermodalkan sebungkus sukro dia maksa ketemen temen sekelasanya untuk nyimit, sampai satu kelas 30 orang kebagian semua, masa hanya dengan bermodalkan sebungkus sukro bisa mendulang bonus 30 point, benar benar keterlaluan temen saya itu dalam “mengakalin” Tuhan, tapi ya yang diakalinnya saja mengijinkan, nggak masalah toh?
  4. Semua amalan Ibadah di Bulan Ramdhan pointnya dinaikan, misalnya ibadah shalat sunat bisa di bulan ramadha bisa diberi pint setara dengan ibadah wajib, ibadah yang lain pointnya dinaikan beberapa kali lipat dari ibadah yang sama yang dilakukan di bulan yang lain. Makanya mari kita pakai ilmu aji mumpung, mumpung lagi obral point kita maksimalkan ibadah kita mulai dari puasa, shalat wajibnya ditambahin rawatib, shalat tarawih, banyakin dzikir, banyakin baca Al qur an, banyakin baca shalawat, sedekahnya jor joran. Dari pada ngomel dijalan karena macet mending baca sshalawat atau baca istighfar, hati cool plus dapat bonus point lagi.
  5. Cari ibadah yang mendatangkan passive income point. Sekali kita lakukan kebaikannya mengalir terus menerus, seperti sebuah investasi yang mendatangkan passive income. Misalnya anda mendidik anak dan anak tersebut berhasil menjadi orang yang sholeh, maka kita walaupun sudah meninggal masih mendapat tranferan point atas kebaikan anak yang kita didik. Kita merelakan sebagaian tanah kita untuk membuat jalan raya, sehingga dengan jalan tersebut setiap hari orang lalu lalang lewat jalan tersebut untuk berbagai keperluan, maka point mengalir setiap hari  walaupun kita sedang asyik bermain dengan anak kita. Kita merelakan sebagian tanah kita untuk dibuat sekolahan atau madrasah yang dengannya banyak orang bisa belajar ilmu dan beberapa diantaranya menjadi orang yang sukses maka kita mendapat aliran point terus menerus atas kebaikan tersebut. Amal Jariayah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh adalah contoh contoh investasi yang mampu menghasilkan passive income point.
  6. Malam lailatul qodar. Ini adalah sebuah transkasi bisnis Tuhan yang paling fantastic dan tidak akan pernah ada bandingannya dengan model bisnis apapun bikinan manusia bahkan sampai hari kiamat sekalipun. Bayangkan dengan beribadah satu malam dimalam kemuliaan tersebut maka kita akan mendapat reward point seolah olah kita beribadah selama 1000 bulan, belum pernah ada promo dari hotel manapun di dunia ini yang dengan membayar 1 malam boleh menginap selama 1.000 bulan (30.000 malam). Memang bisnis dengan Tuhan itu pasti sangat menguntungkan karena Tuhan sama sekali nggak membutuhkan apa apa dari kita, Dia menyuruh kita melakukan suatu kebaikan semata mata hanya untuk ngetes saja, padahal dibalik itu Dia sudah kebelet untuk memberikan kemurahan-Nya kepada Kita, tinggal kita mau nggak menerimanya. Makanya Dia menyuruh kita memanfaatkan moment moment special yang sudah disediakan bahkan membolehkan kita untuk “ngakalin” menggunakan tool leverage yang sudah disediakan. Konon kabarnya umat manusia jaman dahulu umurnya ratusan tahun sedangkan umat nabi Muhamad di akhir jaman rata rata hanya berusia 70 tahunan, karena kemurahan_Nya maka disediakan berbagai fasilitas leverage ini sehingga perolehan point umat nabi akhir zaman yang umurnya pendek ini diharapkan tidak kalah dengan orang orang shaleh jaman dahulu yang usianya ratusan tahun.
  7. Shalat di masjidil haram lebih utama 100.000 kali (seratus ribu kali) dibandingkan shalat dimasjid yang lain, shalat di masjid Nabawi lebih utama 1.000 kali dibandingkan di masjid lain. Ini betul betul obral pahala yang luar biasa bukan.

Dan masih banyak lagi jika kita pelajari fasilitas fasilitas leverage dalam beribadah, maka silakan manusia memanfaatkannya kemurahannya yang Allah berikan. Kenapa kita harus mengumpulkan point sebanyak banyaknya, karena point itulah yang dapat mendatangkan curahan rahmat-Nya, hanya dengan rahmat-Nya maka kita bisa diberikan keuntungan baik di dunia ini maupun diakhirat.

Selamat menikmati pesta ibadah di bulan Ramadhan. Wassalam.

 
Leave a comment

Posted by on July 29, 2013 in MARHABAN YA RAMADHAN

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: