RSS

WASPADAI DUKUN BERKEDOK USTAD

04 Oct

dukun-palsuDahulu saya sempat berfikir, bahwa dengan kemajuan jaman dimana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat, ditambah dengan akses informasi semakin yang semakim mudah maka dengan sendirinya orang akan semakin meningkat pengatahuannya. Konsekuensinya adalah logika berfikir manusia sekarang semakin baik, orang semakin kritis terhadap setiap informasi. Orang akan semakin mengangungkan akal, segala sesuatu akan diukur berdasarkan logika, apakah masuk logika atau tidak. Hal hal yang tidak logis akan secara otomatis ditolak. Dengan alam berpikir seperti ini pastilah yang namanya praktek perdukunan, tahayul dan kurofat semakin tidak laku dan akan mati dengan sendirinya. Namun kasus penipuan dengan motif penggandaan uang yang terjadi di Padepokan Dimas Kanjeng jelas jelas mematahkan logika ini. Apalagi yang menjadi korban bukan hanya rakyat jelata yang pendidikan minimum, bahkan ada mantan pejabat, orang orang berpendidikan juga pengusaha yang nota bene-nya orang orang bukan orang awam, bukan orang yang biasa mudah tertipu. Nggak salah jika Allah dalam firmannya berkali kali wanti wanti untuk menghindari praktek perdukunan, karena merupakan salah satu bentuk kemusyrikan.

Dalam ajaran Islam ada satu dosa yang tidak pernah bisa diampuni (kecuali dengan tobat yang sebenar benarnya) yaitu dosa kemusyrikan. Barang siapa yang mati dalam kemusyrikan maka sudah jelas siksanya kekal abadi di neraka. Dosa apapun selain musyrik, walaupun besar sebesar gunung masih ada harapan dapat pengampunan, ya minimal dipanggang dulu di neraka sampai dosanya habis, setelah itu diberikan ampunan oleh-Nya, tidak kekal abadi.

Salah satu cara untuk memanipulasi praktek perdukunan saat ini de ngan cara melakukan kamuflase dengan gelar yang sepertinya mulia misalnya Ustad, Haji, Kiayi, orang pintar dsb. Kadang mereka memakai peci dan busana layaknya seorang muslim yang shaleh, namun dalam kenyataannya mereka mempraktekan ilmu syihir praktek perdukunan. Inilah yang sering menjadi jebakan batman, sehingga banyak sekali orang yang terjebak menjadi korban, bahkan saking   pinternya sang dukun menipu sang korban sampai rela matia-matian membela sang dukun (bahkan ada yang sampai mati betulan, mati dijalan kemusyrikan.)

Saya ingin berbagi bebrapa ilmu untuk bias mengidentifikasi seorang dukun, walaupun kadang kadang bergelar ustad atau apapun.

a. Dukun pada umumnya mengaku bisa mengetahui hal gaib. Ini adalah salah satu kebohongan yang jelas, karena yang namanya gaib hanya Allah yang mengetahui. Ketahuilah bahwa salah satu syarat orang beriman adalah percaya kepada hal yang gaib. Namanya juga gaib, ya pasti siapaun gak ada yang tahu. Hanya Allah yang tahu dan Rosul, Nabi serta orang orang yang dikehendaki-Nya. Kalau kita coba ngintip alam gaib kepada dukun itu berarti tidak menerima ketentuan tentang gaib, gugurlah keimanan sesorang. Ingat kalau Nabi dan Rosul mengetahui hal gaib bukan karena mereka sakti, bukan mereka tirakatan terus jadi sakti bukan pula karena ada sesaji atau ritual tertentu. Tapi semata mata karena Allah yang memberikan kemulian, tanpa diminta. Logikanya Nabi saja, yang orang mulia tidak bisa mengetahui yang hal yang gaib kecuali yang memang oleh Allah dibukakan, bukan berdasarkan permintaan Nabi,  itupun jumlahnya hanya sedikit sekali. Saya ingat pada saat kasus hilangnya pesawat Adam Air hilang beberapa tahun silam, semua paranormal yang katanya ‘sakti” angkat bicara tetapi tidak ada satupun yang memberikan informasi dengan benar tentang lokasi jatuhnya pesawat.

b. Mengaku punya karomah, ilmu hikmah, kesaktian dll.   Tuhan sudah menciptakan sunatullah, itu adalah aturan Allah yang paling baik, sangat baik sehingga terciptalah kermonisan di jagat raya ini. Karomah itu memang ada, tapi karomah itu adalah hadiah  dari keshalehan, bukan sesuatu yang bias diminta atau diusahakan. Karomah juga ditujukan untuk kemashalahatan manusia bukan menimbulkan kerusakan. Nabi Ibrahim pada saat dibakar oleh raja Namrud tidak pernah tahu dan tidak pernah meminta agar beliau kebal terhadap api, tapi Allah yang karena kepasarahan nabi Ibrahim lantas menurunkan mukjizatnya. Sampai meninggalnya beliaupun tidak pernah menganggap bahwa dirinya punya kesaktian kebal api apalagi mengajarkan ilmu kebal api. Ibunda Nabi Isya AS karena ketakwaanya, dalam kamar beliau selalu ada makanan buah buahan dari surga, padahal beliau tidak pernah meminta kepada Allah untuk diberikan karomah tersebut,  dan karomah ini juga tidak lantas membuat Ibunda Siti Mariam jualan buah dan kaya mendadak karena jualan buah ajaib apalagi buka praktek konsultasi gaib. Shahabat Umar bin Khatab adalah orang yang paling ditakuti syetan, tapi nggak lantas membuka praktek memburu hantu.

Jadi kalau ada orang meskipun bergelar ustad, haji atau kyai yang mengaku mengetahui hal gaib, dan bisa memberikan ilmu kesaktian, ilmu kebal, pengasihan, susuk, pusaka yang bisa mendatangkan rejeki, pusaka yang bisa melambunngkan karir atau bahkan bias mendatangkan uang secara gaib itu pastilah seorang dukun, maka segera jauhilah.

c. Melakukan tata cara ibadah yang tidak sesaui dengan syariat.

– Misalnya mengajarkan shalat di atas kuburan.

– Puasa yang tidak sesuai tuntunan, misalnya tidak makan minum dari pagi sampai malam sampai pagi lagi tanpa berbuka.

– Atau merubah bacaan shalat misalnya membaca surat Al Ikhlas belakangnya ditambah Laa 41 kali (artinya tidak, sebanyak 41 kali berarti mengkhianati bacaan al ikhlas). Atau baca bismilahirahmanirahiim tapi dibalik cara membacanya. Dan lain lain hal semacam ini.

– Memberikan kurban/persembahan kepada selain Allah. Misalnya binatang dengan warna tertentu (kalau dijawa dikenal ayam cemani yang waranya semuanya hitam), bunga tertentu (misalnya bunga tujuh rupa dsb). Atau kadang kadang harus membayar mahar. Semua itu hanya tipu tipuan semata.

– Merendahkan apa apa yang dimuliakan Allah. Misalnya sengaja menulis ayat Al Quran menyuruh ditaruh didompet dibawa kemana mana agar sakti. Lha ini ayat sucinya malah ditaruh di maaf …pantat,,, di duduki setiap hari apa nggak kurang ajar. Ada lagi yang menulis ayat kursi dengan darah haidl wanita lalu diletakan dipijakan closet. Sehingga saat buang air besar selalu diinjaknya.

d. Mengaku mengetahui Segala Hal.

Ini ada sebuah cerita sesorang ingin pergi ke dukun untuk menanyakan STNK motornya yang hilang Angaplah namanya A. Kemudian dia mendatangi kawannya si B yang tidak percaya dukun, maka kawanya berniat mengetes kesaktian dukun tersebut. Maka tatkala sampai di tempat dukun yang dianggap sakti luar biasa si A menceritakan persoalannya ke dukun lalu diberikan solusinya oleh sang dukun lalu dia pergi setelah membayar mahar. Lalu giliran B masuk di menceritakan persoalan yang sama kepada sang dukun lalu diberikan solusinya oleh sang dukun dan membayar maharnya lalu iapun pergi. Di luar lantas si B tertawa sambil berkata kepada si A bahwa dia berhasil menipu sang dukun karena sebenarnya STNK dia tidak hilang tapi ada dikantong celananya.

Dukun modern saat ini kadang kala sampai over klaim, bias memberikan segala macam persoalan mulai dari urusan jodoh, naik pangkat, sakit, karir, bisnis bahkan urusan politik. Bahkan kadang kala membuka tempat praktek di Hotel, di Mall atau tempat tempat mewah sehingga tampak meyakinkan. Logikanya, mana ada sih konsultan sehebat apapun bisa menyelesaikan segala persoalan.

 

e. Jika anda memang benar benar perlu minta bantuan didoakan, datanglah ke orang tua. Lupakan dukun.

Ibunda kita atau ayahnda kita adalah orang yang lebih didengar doa-nya daripada dukun. Kadang kita terburu buru lari ke  guru ngaji atau ustad tetapi lupa bahwa kita punya Ibu yang doanya lebih didengar Allah.Ingatlah pada saat masih anak anak ketika kita sedih atau sakit hanya bersandar dipelukannya sambil ditepuk tepuk maka tiba tiba menjadi tenang. Kenapa itu tidak dimanfaatkan, mintalah restu orang tua terutama ibunda.

 

f. Dukun penggandaan uang.

Ini adalah praktek perdukunan yang sudah sering dilakukan dan paling banyak yang jadi korban. Kathuilah uang itu dicetak dengan teknologi tinggi tidak mudah membuatnya diperlukan peralatan teknologi dan keahlian untuk mencetaknya. Kebanyakan para dukun hanya menggunakan trik sulap untuk menipu, dengan teknik sulap yang sangat mudah dipelajari melalui You Tube atau pergi ke toko buku, anda akan sangat dengan mudah mempelajarinya. Caranya kuarng lebih mirip dengan teknik sulap merubah sapu tangan berubah menjadi burung seekor merpati.

Kalaupun seandainya ada dukun suaktiiii yang bener bener “Cling” bisa bikin uang miliaran, lalu untuk apa dia praktek toh sudah punya banyak uang, padahal kalau praktek malah resiko bisa ketahuan  sebagai pembuat pemalsu uang atau minimal dituduh memelihara tuyul, bisa dihakimi masa jadinya.

Modus penggandaan uang versi dukun kurang lebih sama dengan penggandaan uang versi investasi bodong. Pertama korban datang uangnya digandakan menjadi bebberapa kali lipat, datang kedua dan ketiga masih menepati janji, selanjutnya korban akan datang lagi dengan jumlah uang yang lebih besar, inilah saatnya memainkan akal bulus tipa tipu bahkan tidak jarang korban dibunuh untuk menghilangkan jejak (caranya biasanya dengan diberi air sakti yang sebenarnya sudah diberi racun, dibunuh ditempat ritual seperti pada kasus yang pernah terjadi di Magelang, dibunuh oleh pembunuh bayaran mitra dukun atau dibunuh dengan ilmu sejenis santet). Lalu uang yang diperoleh ini digunakan modal untuk memancing korban berikutnya.  Begitulah kisah perdukunan pastilah berujung kesesatan.

 

 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: