RSS

THE POWER OF REPETATION

The Power of Repetition

Assalamu ‘alaikum wr. wb. Perbuatan yang dilakukan secara berulang  ulang dan terus menerus akan melahirkan sebuah kebiasaan, dan kebiasaan akan menjadi bagian dari hidup kita yang disebut karakter, sedangkan karakter adalah magnet dalam diri hidup kita yang akan menarik segala hal yang menentukan seperti apa kehidupan kita atau yang sering disebut nasib dari kehidupan kita.

Bunga Teratai (by M Iqbal F)

Bunga Teratai (by M Iqbal F)

Manusia adalah makluk  yang oleh sang Khalik diberi akal  dan hati, yang dengan keduanya manusia bisa memilih apakah akan hidup bahagia atau hidup sengsara. Sebenarnya Tuhan bisa saja kalau mau menghendaki semua manusia shaleh, sebagaimana malaikat, atau semua manusia jahat seperti halnya syetan. Namun Tuhan memberikan manusia sebuah kehormatan, yaitu kemerdekaan untuk memilih jalan yang benar atau jalan yang salah, namun tentunya setiap pilihan tersebut mengandung konsekuensi masing masing. Dan hanya manusia yang diberi kemerdekaan seperti ini, hanya manusia yang diangkat untuk menjadi wakil-Nya. Sifat menentukan pilihan sesuai kehendak  pada dasarnya adalah sifat dan kekuasaan  Tuhan sepenuhnya bukan kekuasan mahkluk, namun karena kemurahan-Nya maka sifat itu didelegasikan kepada manusia, karena manusia telah diangkat untuk menjadi wakil-Nya di bumi ini untuk memakmurkan bumi, demikian amanah yang diberikan Tuhan kepada manusia.

Membiasakan hal baik

Tugas manusia di bumi ini ada dua yaitu satu mengabdi kepada-Nya dan kedua memakmurkan bumi sesuai dengan amanah-Nya. Kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan satu persatu karena sudah menjadi suatu paket tugas yang memang harus diselesaikan dibumi ini.

Dalam hal ibadah misalnya kita harus seimbangkan antara ibadah vertikal kepada Allah misalnya shalat dan puasa serta ibadah yang bersifat horisontal (walaupun sebenarnya ada unsur vertikalny juga) yang berdampak kepada sesama manusia, masyarakat, negara, bangsa, dunia, lingkungan hidup, serta seluruh semesta.

Tugas ini tentu sangat berat jika kita pikir pikir terus, tapi ya sudah lah namanya sudah terlanjur menerima amanah dan diberi kehormatan dan tentunya Tuhan juga sudah mengukur kemampuan kita, maka marilah kita jalani dengan sungguh sungguh (berjihad) tugas tersebut,

Kekuatan Kebiasaan

Cara termudah untuk menjadikan diri kita mejadi pribadi yang baik adalah dengan membangun kebiasaan, yaitu melakukan suatu perbuatan baik yang lalu dilakukan secara konsisten dan berulang ulang terus menerus sepanjang hidupnya. Yakinlah suatu hari kebiasaan itu akan menghasilkan sesuatu yang sngat besar yang tidak pernah kita sangka sangka.

Tiger wood yang “Ngeyel”

Ambil contoh Tiger Wood, seorang pegolf profesional, bagaimana dia bisa sukses menjadi pegolf terhebat kelas dunia adalah dengan membangun kebiasaan. Tiger Wood berlatih setiap hari dari pagi sampeai sore, minimal 1.000 pukulan dia lakukan setiap hari.

Mungkin seandainya saya bisa ngintip catatan nasib dia di tangan Tuhan, sebenarnya dia ditakdirkan hanya jadi orang biasa biasa saja, sama halnya dengan para pegolf amatir yang sekedar meningisi waktu atau untuk nambah pergaulan, tetapi berhubung si Tiger Wood ini “ngeyel” dan nekad berjihad mati matian untuk menjadi pegolf terhebat maka  akhirnya Tuhan nggak tega juga (ingat tuhan itu maha penyayang….. dengan kata lain nggak tegaan), ya akhirnya Tuhan nyuruh malaikat “ya wis si Tiger Wood catetannya diganti jadi pegolf sukses kelas dunia, kasihan dia sudah berjihad mati matian”). Maka sukseslah dia seperti sekarang ini. Kurang lebih begitulah analisa versi mbanyolnya.

Sudah dicontohkan oleh-Nya

Rahasia kekuatan pengulangan ini sebenarnya sudah dibuka Tuhan kepada manusia, melalui para rasulnya. Salah satu contoh adalah ibadah shalat yang wajib dilakukan secara BERULANG ULANG, TERUS MENERUS DAN KONSISTEN SEUMUR HIDUPNYA. Dan Tuhan sudah membuka rahasia hasil dari pengulangan ibadah shalat  ini dengan menjadikan manuisa  terhidar dari segala kemungkaran. Selain itu Dia juga menjadikannya shalat sebagai salah satu KPI (key performance indicator) yang pertama diperiksa pada saat sidang di hari kiamat nanti. Kalau shalatnya baik (tercermin dalam akhlaknya lho bukan sekedar shalat) maka  yang lainnya dianggap baik. Inilah salah satu bukti autentik langsung dari Tuhan tentang The Power Of Repetation,

Sebenarnya hukum ini berlaku universal, artinya bisa diterapkan untuk meraih tujuan apapun, baik tujuan akhirat, maupun tujuan duniawi atau kedua duanya. So temen temen kalau mau jadi yang terhebat tidak usah jangan bingung atau susah, pilihlah salah satu perbuatan yang baik, terus lakukan secara rutin terus menerus bahkan “ngeyel” sampai Tuhan dan seluruh semesta raya terenyuh, terharu, kasihan dan akhirnya berkata “ya sudahlah kamu layak diberi kesuksesan”.

Frekwensi pengulangan akan menggetarkan yang ada di langit dan yang ada di bumi

Kebiasaan baik yang dilakukan secara berulang ulang, konsisten dan terus menerus akan menghasilkan frekwensi (ingat peljaran fisika dasar, bahwa suatu benda yang bergetar akan menghasilkan frekwensi), dan hukumnya adalah semakin sering pengulangan suatu kebaikan itu dilakukan maka akan semakin tinggi frekwensi yang dihasilkan, frekwensi ini selanjtnya akan memancar keseluruh penjuru alam semesta bahkan sampai ke langit.

Ingat pelajaran fisika tentang frekwensi, ketika sebuah dawai gitar dipetik dan bergetar, maka dawai gitar yang tidak dipetik akan ikut bergetar pula, bahkan menimbulkan resonansi yang sangat indah. Begitulah miniatur dari getaran frekwensi kebaikan kita,

Hal inilah yang menjadikan pertolongan Tuhan menjadi dekat, menjadikan kehidupannya penuh dengan limpahan kasih dan sayang Tuhan. Keberkahan mengalir dalam kehidupannya, keikhlasan, kedamaian, rasa syukur dan kebahagiaan mudah bersemayam dalam dirinya. Bahkan keajaiban Tuhan sering mewarnai kehidupannya.

Waspadalah, Ketentuan ini Juga Berlaku untuk Perbuatan Jahat

Waspadalah bahwa hukum pengulangan ini juga berlaku untuk  perbuatan tidak baik, tentu saja dengan hasil yang tidak baik berupa kemurkaan dari semesta raya dan dari Tuhan. Urutannya sama perbuatan buruk (walaupun kecil) dilakukan berulang ulang, terus menerus dan secara konsisten akan menghasilkan frekwensi negatif, semakin tinggi frekwensi tersebut semakin memekakan telinga yang ada dilangit dan yang ada di bumi, hasilnya berupa kemurkaan Tuhan dan  dan dijauhkan dari keberkahan. Semoga kita dilindungi dari hal demikian.

Namun kabar baiknya adalah bahwa semesta raya dan Tuhan akan dengan mudahnya melupakan kemurkaan-Nya jika kita secara serius menghentikan frekwensi negatif tersebut, dengan bertaubat yang serius dan konsisten, menggantinya dengan frekwensi positif. Keberkahan akan turun kembali. Inilah sifat-Nya yang Maha Pengampun.

Demikianlah, semoga bermanfaat. Salam sukses!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: